Strategi Adaptif Masyarakat Sekitar Hutan Terhadap Periode Jeda Hujan Dan Kemarau Panjang Dalam Perubahan Iklim (Studi Kasus Di RPH Menggoran, BDH Playen, KPH Yogyakarta)
HIRENG AMBARAJI, Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si; Dr. Priyono Suryanto, S.Hut, M.P
2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANAPenelitian ini bertujuan: 1) menganalisis periode jeda hujan tahun 2014 dan kemarau panjang tahun 1984-2014 melalui indikator curah hujan; 2) menganalisis pengetahuan lokal pesanggem sebagai strategi adaptif terhadap bencana perubahan iklim khususnya periode jeda hujan dan kemarau panjang. Populasi penelitian ini adalah pesanggem di desa sekitar hutan wilayah RPH Menggoran. Sampel diambil dengan teknik snowball sampling dan metode slovin sehingga total sampel 93 pesanggem dari 7 dusun di Desa Bleberan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, penyebaran kuisioner, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah 1) periode jeda hujan tahun 2014 terpanjang pada bulan Mei (12 hari), sedangkan kemarau terpanjang terjadi disetiap tahun selama periode 1984-2014 kecuali 1992, 1998, dan 2010; 2) pengetahuan lokal yang berkembang sebagai bentuk adaptasi masyarakat sekitar hutan adalah tumpangsari dengan menggunakan pertimbangan kalender pranata mangsa; pola tumpangsari berupa lorong dan baris; dan penguatan solidaritas antar petani (gotong royong).
This research aims to: 1) analyze the rain lag in 2014 and dry season in 1984-2014 throught rainfall periode; and 2) analyze local knowledge pesanggem as process to face from climate change disaster expecially rain lag and dry season. Pesanggem or intercropping farmers in RPH Menggoran forest area as population research. The sample is taken with snowball sampling technique and measured by slovin method, resulted as 93 pesanggem from 7 district in Bleberan village. The depth interview, questionnaire survey, field observation, and literature study are used to collect the research data. Data analysis will be done in descriptive and quantitative method. This research resulted that 1) the rain lag analysis in 2014 describes that the longest rain lag happened on May (12 days), in otherwise the longest dry season in 1984-2014 happened each years except in 1992, 1998, and 2010; 2) the adaptation strategy based on local knowledge is used in intercropping system with pranata mangsa calendar, the alley cropping and alternate cropping utilization, and solidarity stongest each farmer.
Kata Kunci : periode jeda hujan, kemarau panjang, strategi adaptif (rain lag, dry season, adaptive strategy)