Laporkan Masalah

PENGARUH PENUTUPAN TAJUK Acacia deccurens Willd. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PUSPA, SALAM, DAN GAYAM DI DEMPLOT RESTORASI MERAPI TAHUN 2011

RAMLI RAMADHAN, Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P. ; Ir. Adriana, M.P.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Letusan Gunung api Merapi pada akhir tahun 2010 telah mengeluarkan material erupsi berupa abu vulkanik, pasir, dan bebatuan dalam jumlah besar. Wilayah Merapi terutama Taman Nasional Gunung Merapi sebagian besar tertutup oleh bebatuan, sehingga areal yang dapat dimanfaatkan tidak terlalu banyak. Restorasi pasca letusan dilakukan dengan tujuan untuk memulihkan kembali kondisi hutan sebagai habitat flora dan fauna yang telah ada di Taman Nasional Gunung Merapi. Saat ini demplot banyak ditumbuhi jenis Acacia deccurens yang penutupan tajuknya semakin cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase penutupan tajuk A. deccurens di dalam Demplot, dan pengaruh naungan A. deccurens terhadap pertumbuhan tanaman gayam, puspa, dan salam di dalam Demplot Restorasi Merapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Tidak Lengkap (Incompletely Block Design) dimana setiap blok terdiri dari 3 plot yang masing-masing berisi jenis tanaman berbeda dengan jarak tanam 4 m x 5 m. Variabel yang diukur di lapangan adalah tinggi tanaman dan diameter dengan kondisi ternaung dan tidak ternaung. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji t-test untuk mengetahui pengaruh naungan A. decurrens terhadap pertumbuhan tanaman inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan A. deccurens sebesar > 60% menyebabkan peningkatan pertambahan tinggi tanaman puspa dibanding pada naungan < 60%. Pada jenis salam dan gayam pada kondisi naungan < 60% pertambahan tingginya lebih tinggi. Demikian pula pertambahan diameter tanaman puspa mengalami peningkatan pada nuangan sebesar > 60% sedangkan jenis salam dan gayam pada persentase < 60% pertambahan diameter lebih besar. Rerata pertambahan tinggi dan diameter jenis puspa lebih tinggi dibanding jenis salam dan gayam pada kondisi ternaung > 60 % yaitu 51,88 cm dan 0,65 cm. Diikuti jenis salam yaitu 29,58 cm dan 0,41 cm, sedang jenis gayam memiliki nilai paling kecil yaitu 8,23 cm dan 0,21 cm.

Merapi volcano eruption in late 2010 has been issued such as material erupted volcanic ash, sand and stones in large amounts. Merapi region mainly Mount Merapi National Park almost of all the area closed by rocks, so the area that can be utilized was not too much. Restoration after the eruption was done to restore the condition of the forest as a habitat for flora and fauna that already exist in the National Park of Mount Merapi. Currently covered with demonstration plot many types of Acacia decurrens which increasingly faster crown�shaded. This research aimed to know the percentage of crown-shaded A. decurrens in demonstration plot, and the effect of shade A. deccurens on plant growth, gayam, puspa, and salam in Restoration Demonstration Merapi. This research applies Incomplete Block Design, in which each block consists of three plots, where each plot contains different plant and space 4 m x 5 m measurement. The measured variables in the field were height and the diameter of the shaded-state and the unshaded ones. The data�s growth has been analyzed and tested using uji t-test to determine the influenced of A. decurrens towards the growth of the primary plants. The results showed that shade of A. decurrens by > 60% caused an increase in plant height increase puspa than in the shade of < 60%. Salam and gayam in shade-state < 60% growth higher. Similarly, the growth of the plants puspa diameter increased in shaded by > 60%, while species salam and gayam the percentage < 60% increase larger diameter. The average height and diameter of puspa increase higher than salam and gayam species in shaded-state > 60% were 51.88 cm and 0.65 cm. Then followed the species of salam which were 29.58 cm and 0.41 cm, mean while species of gayam has smallest diameter and high there were 8.23 cm and 0.21 cm.

Kata Kunci : Erupsi, Acacia deccurens, kondisi naungan