Laporkan Masalah

Manajemen Pedet pada Sapi Perah di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Bibit, Pakan Ternak, dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK) Yogyakarta

PRAIZNA ORBITAL RSD, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP.

2016 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SV

Praktek kerja lapangan memiliki tujuan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan khususnya manajemen pedet pada sapi perah. Praktek kerja lapangan dilaksanakan pada tanggal 6 April 2015 � 11 April 2015 pada peterakan sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK), Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara dengan petugas yang ada di lapangan dan mengikuti kegiatan yang ada di UPTD BPBPTDK dalam kaitanya dengan manajemen pedet pada sapi perah. Hasil yang didapat selama praktek kerja lapangan yaitu terdapat dua tipe kandang untuk pedet, kandang A untuk pedet berumur lebih dari 2 minggu dan kandang B untuk pedet berumur kurang dari 2 minggu dengan kondisi kandang yang baik. Pedet jumlah 14 ekor dengan umur pedet antara kurang dari 1 minggu hingga umur 4 bulan, pedet betina 7 ekor dan pedet pejantan berjumlah 7 ekor. Pedet umur sampai 1 minggu diberi kolostrum dan kemudian diberi susu hingga umur 2,5 bulan dengan jumlah 2 L setiap harinya, dan setelah berumur lebih dari 2,5 bulan pedet mulai diberi pakan hijauan dan konsentrat yang diberikan 2 kali dalam sehari. Kesehatan pedet juga diperhatikan dengan dilakukannya pemeriksaan kesehatan rutin satu minggu sekali. Dengan hasil yang didapat diatas diambil kesimpulan bahwa penerapan manajemen pedet pada sapi perah di UPTD BPBPTDK sudah baik, ditandai dengan pedet sehat, pertumbuhan normal dan tidak terserang penyakit.

The practice of field work has the aim to gain work experience and skills in the field of animal husbandry and animal health management, especially calves in dairy cows. The practice of field work was conducted on 6 April 2015 - 11 April 2015 on a dairy peterakan Regional Technical Implementation Unit Forage Seed Development Center and the Veterinary Diagnostic (UPTD BPBPTDK), Sleman, Yogyakarta. The method used in data collection are interviews with officers in the field and follow the existing activities in UPTD BPBPTDK in relation to management of calves in dairy cows. The results obtained during the field work that there are two types of cages for calves, a cage for calves aged more than 2 weeks and the cage B for calves less than 2 weeks old with good stable condition. Amounted to 14 calf with age from less than one week until the age of 4 months, female calves 7 animals and calves totaled 7 stud tail. Calves aged up to 1 weeks given colostrum and then fed until the age of 2.5 months with a number of 2L each day, and after more than a 2.5-month-old calf started to be fed with forage and concentrates are given two times a day. Calf health is also very concerned with doing routine health checks once a week. With the results obtained above is concluded that the application of calf management in dairy cows in UPTD BPBPTDK can be said good, characterized by healthy calf, normal growth and no disease.

Kata Kunci : Manajemen, pedet, sapi perah

  1. D3-2016-332673-abstract.pdf  
  2. D3-2016-332673-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-332673-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-332673-title.pdf