KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT PENAMBANGAN TIMAH BERDASARKAN ANALISIS NERACA SUMBERDAYA LAHAN SPASIAL DI KABUPATEN BANGKA
MUHAMMAD RAHMANDA Y, Dr. Langgeng Wahyu S., M.Si
2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANAktivitas penambangan timah di Kabupaten Bangka telah dimulai oleh VOC dengan mendatangkan etnis Cina sebagai buruh karena penduduk asli Pulau Bangka saat itu relatif masih sedikit. Hingga saat ini penambangan timah di Kabupaten Bangka masih terus berlangsung dan menjadi andalan devisa dalam negeri. Konsekuensi dari maraknya aktivitas penambangan timah ini menyebabkan berubahnya penggunaan lahan di Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis perubahan penggunaan lahan akibat penambangan timah yang terdapat di daerah penelitian berdasarkan neraca sumberdaya lahan spasial dan mengevaluasi luasan lahan yang dialih fungsikan menjadi lahan penambangan timah. Metode pembuatan neraca sumberdaya lahan spasial menggunakan acuan SNI neraca sumberdaya lahan spasial. Data yang digunakan adalah citra pengeinderaan jauh Landsat 5 TM tahun 2004 dan 2009 serta citra Landsat 8 tahun 2014 sebagai sumber pembuatan peta penggunaan lahan dengan cara interpretasi visual. Peta penggunaan lahan dua titik tahun kemudian dilakukan tumpang susun atau overlay untuk menghasilkan peta perubahan penggunaan lahan sehingga dapat dilakukan analisis spasial untuk mengetahui pola dan persebaran perubahan penggunaan lahan. Analisis juga dilakukan secara komparatif untuk membandingkan perubahan penggunaan lahan antara periode tahun 2004-2009 dan tahun 2009-2014. Hasil penelitian mennunjukkan bahwa penggunaan lahan yang terus mengalami peningkatan luas adalah lahan pertambangan timah. Pada periode tahun 2004-2009 pertambangan timah bertambah luas sebesar 4370.20 Ha dengan laju pertambahan rata-rata sebesar 874.04 Ha per tahun, dan pada periode tahun 2009-2014 bertambah sebesar 2421.06 Ha dengan laju pertambahan rata-rata sebesar 484.21 Ha per tahun. Faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan menjadi penambangan timah ini dikarenakan banyaknya lahan yang memiliki kandungan bijih timah yang ada di Kabupaten Bangka. Penggunaan lahan yang berubah menjadi pertambangan timah dalam kurun 2004-2014 adalah hutan belukar, perkebunan rakyat, kebun campuran, rawa, semak, danau/telaga, hutan lebat, dan lahan terbuka.
The tin mining activity in Bangka Regency was started by VOC by bringing Chinese ethnic as labors because of Native Bangka Island while it was is still relatively small. Until now the tin mining in Bangka Regency is still ongoing and become a mainstay of foreign exchange in the country. The consequences of increased activity of tin mining have led to changes in land use in Bangka Regency. This research aimed to analyze changes in land use due to the mining of tin located in the research area based on the balance of spatial land resources and evaluate the land area which functioned diverted into the tin mining land. The method of making the balance of spatial land resource using the SNI reference for the balance of spatial land resources. The data used are remote sensing imagery Landsat 5 TM of 2004 and 2009 and Landsat 8 of 2014 as a source of land-use map-making by means of visual interpretation. Land use map of two years point then be overlaid to produce a map of land-use change that can be analyzed to determine the spatial pattern and land use changes distribution. The comparative analysis is also performed to compare the changes in land use between the periods of 2004-2009 and 2009-2014. The results showed that the land use which steadily increasing is tin mining land. In the period of 2004-2009 tin mining area increases by 4370.20 ha with an average rate of increase of 874.04 ha per year, and in the period 2009-2014 increased by 2421.06 ha with an average rate of increase of 484.21 ha per year. Factors affecting land use change into the tin mining is because the amount of land that contains tin in Bangka Regency. Land use change into tin mining in the period 2004-2014 is a grove, plantation residents, mixed farms, swamps, bushes, lakes / ponds, dense forests and open land.
Kata Kunci : Penggunaan lahan, Perubahan penggunaan lahan, penambangan timah, Neraca sumberdaya lahan spasial, penginderaan jauh