Fad Diet : Jebakan Konsumsi Informasi, Hubungan antara Intensitas Penerimaan Informasi di Media Online tentang Diet dan Perilaku Diet (Studi Kasus : Mahasiswa S1 Klaster Sosio-Humaniora Angkatan 2012)
LEOCADIA PRIMA P, Dr. Arie Setyaningrum Pamungkas, MA
2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIEra modern membuat kehidupan masyarakat semakin mudah namun juga memprihatinkan. Peningkatan pendapatan, kemudahan pemenuhan kebutuhan, dan peningkatan daya beli masyarakat tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terutama dalam bidang kesehatan. Akibatnya, pola hidup masyarakat menjadi tidak sehat sehingga memunculkan resiko obesitas atau kegemukan. Seiring dengan munculnya permasalahan tersebut, berbagai solusi juga ditawarkan melalui berbagai macam solusi dan tips yang memproduksi fantasi tubuh ideal dengan berkedok memberikan informasi.Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan konsumsi fantasi itu menyebabkan generasi muda melakukan diet dengan cara yang salah yakni fad diet atau diet palsu. Oleh karena itu, penelitian ini akan memfokuskan kajian tentang bagaimana hubungan antara intensitas penerimaan informasi tentang fad diet dan perilaku diet generasi muda khususnya mahasiswa. Analisis sosiologis dalam penelitian ini ditampilkan dengan menganalisis tentang mahasiswa yang memilih fad diet untuk hanya untuk kepentingan �penampilan� sesuai dengan apa yang diungkapkan Baudrillard bahwa mahasiswa melakukan fad diet untuk menampilkan tanda bagi orang disekitarnya bahwa tubuhnya langsing. Serta, kajian tentang new cultural intermediaries (para perantara kebudayaan baru) yang memiliki strategi jitu dalam dunia marketing online, sehingga mereka mampu menciptakan masyarakat konsumen, yakni masyarakat yang giat melakukan konsumsi berdasarkan nilai tanda. Selain itu, logika berjejaring secara offline juga digunakan, mahasiswa tidak serta merta mencari-cari info dan tips diet secara online melainkan dari orang-orang di sekitarnya yang ternyata mampu memberikan motivasi untuk menurunkan berat badan melalui fad diet. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan melakukan uji hubungan antara intensitas penerimaan informasi fad diet sebagai variabel independen dan tingkat konsumsi atau perilaku konsumsi fad diet. Penelitian ini berhasil membuktikan hipotesa yang penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas mengakses informasi secara online dengan tingkat fad diet. Kata Kunci : fad diet, informasi, konsumsi, new cultural intermediaries
Abstraction The modern era make people's lives easier, and be apprehensive about it. Increased revenue, ease of fulfillment, and the raising of people's purchasing power are not followed by the increase in public knowledge, especially in the health field. Consequently, the lifestyle of the people becomes unwell so that causes the risk of obesity or overweight. Along with the emergence of these problems, various solutions are offered through a wide variety of solutions and tips that produce fantasy of ideal body under the guise of giving information. The lack of knowledge about health and consuming fantasies can leads young people do a diet in a wrong way that is fad diet or a counterfeit diet. Therefore, this research will focus on the study of the relation between the intensity of receiving information about fad diets and diet behavior of the young generation, especially students. Sociological analysis in this study is shown by analyzing about students who choose fad diets for just for the sake of "appearances". It is similar to what Baudrillard has said that students do fad diets to show a mark for the people around them that they have slim body. As well, the study of new cultural intermediaries which have precise strategies in online marketing world, so that they are able to create a consumptive society, that is the society who is eager to consume based on the value of the mark. Moreover, the logic of networking offline is also used, students are not only necessarily searching for information and tips diet via online but also from the people around them who are able to provide the motivation to lose weight through fad diets. Research method in this study is quantitative research method that conducts the test of the relation between the intensity of receiving information about fad diets as independent variable and the level of consumption or the consumption behavior of fad diets. This study proved that the research hypothesis that there is a significant correlation between the intensity of accessing information online with the level of fad diets. Keywords: fad diets, information, consumption, new cultural intermediaries
Kata Kunci : fad diet, informasi, konsumsi, new cultural intermediaries