ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA UDANG VANAME DI PANTAI KUWARU DESA PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN KABUPATEN BANTUL
FITPRIDAR TAUFIKA ARROBBI, Suadi, S.Pi, M.Arg.Sc., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finasial pada kegiatan tambak udang vaname yang dilakukan di Pantai Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel menggunakan metode sampel acak sederhana dengan total sampel 30 petambak (44% dari total petambak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi budidaya menerapkan budidaya udang sistem intensif. Rata-rata luas tambak 1.031 m2. Pemanenan udang dilakukan 3 kali siklus dalam 1 tahun. Size rata-rata udang yang dihasilkan dengan ukuran 83 ekor/kg. Kuantitas produksi rata-rata 5130 kg per tahun. Harga jual rata-rata Rp61.193 per kg sehingga penerimaan petambak di desa Poncosari pertahun adalah sebesar Rp314.083.200 per tahun, dengan pendapatan Rp116.921.625 per tahun maka diperoleh keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp40.258.924 per tahun. NPV usaha tambak bernilai positif, yaitu sebesar Rp616.526.183, R/C ratio 1,53(R/C> 1), IRR 98,68% (IRR> bunga bank yang berlaku). Payback period dari usaha tersebut adalah 1 tahun 7 bulan, waktu pengembalian modal tersebut lebih pendek dari jangka waktu rata-rata umur ekonomis investasi yang digunakan (5 tahun), sehingga usaha tersebut layak untuk dilakukan. Budidaya udang vaname di pesisir pantai Kuwaru sensitif terhadap kenaikan harga pakan sampai 63% dan sensitif terhadap penurunan harga udang sampai 21,1%.
This Research aimed to find out the financial feasibility of Vaname shrimp culture at Kuwaru Beach, Poncosari, Srandakan, Bantul Regency. Shrimp farmer respondents were selected by using simple random sampling with total number of respondent 30 shrimp pond holder (44% of the total population). The study showed that shrimp farm applied intensive shrimp farming technology. The average shrimp pond size was bout 1.031 m2, with three times harvesting per year and harvest size about 83 shrimps per kg. The quantity of production was about 5.130 kg per year. The shrimp price was about Rp61.193,78 per kg. Thus business revenue was predicted Rp314.083.200 per year and create profit Rp40.258.924 per year (after tax). The yearly income was predicted Rp116.921.625 per year. The NPV was Rp616.526.183, R/C ratio 1,53 (R/C> 1), IRR 98,68% (IRR> bank interest). It showed that the NPV was positive. The Payback period was predicted at 1 years 7 month, shorter than the average of the economic invest period (5 years). The shrimp farming in Kuwaru beach was sensitive toward the rise of feed price until 63% and the decline of shrimp price of 21,1%.
Kata Kunci : Bantul, budidaya, finansial, pantai kuwaru, udang