Laporkan Masalah

Perancangan Model Bangunan Hunian Sementara Untuk Korban Bencana Alam dengan Pendekatan Desain Arsitektur Portabel

ANNISA FIRLANI, Ir. Ismudiyanto, M.S.

2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Indonesia yang masuk ke dalam zona lingkaran Cincin Api Pasifik menjadikan seluruh wilayahnya rawan akan bencana alam. Data statistik yang bersumber dari BNPB (2015) menyebutkan angka kejadian bencana yang cukup tinggi dan menelan korban jiwa yang cukup banyak. Selain itu, bencana juga menyebabkan kerugian berupa kerusakan bangunan yang cukup besar. Sehingga para korban bencana banyak yang kehilangan tempat tinggalnya dan tidak memiliki tempat untuk kembali. Saat ini di Indonesia, pemenuhan kebutuhan akan hunian bagi korban bencana alam sebelum mendapatkan hunian yang tetap adalah melalui penyediaan hunian sementara (huntara). Akan tetapi, perencanaan huntara baru dilakukan setelah bencana terjadi. Sehingga sembari menunggu waktu pembangunan huntara, para pengungsi harus tinggal di tempat pengungsian yang minim akan privasi, keamanan, dan kenyamanan. Ide dari tugas akhir ini adalah mendesain huntara yang dapat secara cepat dibangun setelah bencana terjadi. Untuk itu, desain model huntara ini dirancang dengan pendekatan arsitektur portabel dengan model bangunan knock-down. Hal tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan cepat membangun dan mudah dalam transportasi. Sehingga model huntara ini dapat dibangun kapanpun dan dimana pun mengingat sifat dari bencana alam yang waktu dan tempatnya juga tidak dapat diprediksi. Selain itu, setelah huntara portabel tidak dipakai, huntara dapat dibongkar dan digunakan kembali di kemudian hari.

Indonesia is located on the Pacific Ring of Fire Zone thus it becomes vulnerable to natural disasters. The statistical data from BNPB (2015) mentioned that the annual number of natural disaster is relatively high and takes a high number of victims as well. In addition, it also caused many building damaged. Further, it also made many disaster casualties lost their houses and had no place to return. Currently in Indonesia, to fulfill the need of shelter for the casualties is by providing a temporary house (shelter) before the permanent ones. However, the new shelters planning takes place after the disaster occurs. So while waiting for the shelter construction, the casualties have to live in refugee camps that is lack of privacy, security, and comfort. The idea of this research is to design a quick-build shelter right after the disaster. Therefore, the design model of shelter is designed with portable architectural approach to knock-down model building. It is expected to allow the quick build idea and is also easy in transportation. So the models can be built at whenever and wherever given the unpredictable occurrence of natural disasters. Moreover, after the portable shelters are not used, it can be disassembled and reused later.

Kata Kunci : Hunian Sementara, Arsitektur Portabel, Knock-Down