Analysis of optimal capital structure for Pertamina
WIJANARKO, Bambang, Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenSebagai dampak dari diterapkannya undang-undang minyak dan gas yang baru, saat ini PERTAMINA mempunyai kesempatan untuk menambah modal melalui pasar modal. Salah satu strategi keuangan PERTAMINA adalah menambah dana melalui pasar modal domestic dan internasional untuk membiayai proyek-proyek invest asi yang mempunyai prospek. Dalam bagian lain, program restrukturisasi PERTAMINA adalah memperbaiki nilai perusahaan. Dari kedua ha1 tersebut muncul pertanyaan apakah struktur modal PERTAMINA saat ini sudah berada pada tingkat yang optimal atau belum, karena keputusahn untuk menambah dana dari pasar modal akan mempengaruhi struktur modal dan akan berpengaruh pada nilai dan biaya modal perusahaan. Dari penelitian terhadap struktur modal PERTAMINA dalam 10 tahun kebelakang, dengan menggunakan pendekatan traditional dan Modigliani dan Miller, diperoleh gambaran bahwa struktur modal yang inemberikan nilai perusahaan yang paling tiriggi dan biaya modal yang paling rendah adalah pada tingkat rasio hutang terhadap total h&a 75%. Simulasi dengan menggunakan pendekatan tradjsional juga memberikan gambaran rasio ymg niendekati. Hal ini menj awab pertanyarui diatas bahwa struktur modal PERTAMINA saat ini sudah pada tingkat yang optimal
Based on the condition that PERTAMINA financial strategies was determined to take advantage in raising funds from domestic and international capital market for financing the prospective investment projects and business development and the part of restructuring program is to improve value of the firni, rise a question whether current PERTAMINA capital structure, a proportion of debt to equity, has already been in optimal level or not. The empirical evidence from PERTAMINA past 10 years data, using traditional approach and Modigliani and Miller Peroposition approach, gave initial indication that optimal capital structure for PERTAMINA, a proportion of debt that can maximize firm value and minimized cost of capital, is at a range of 75% to 76% debt to asset ratio. Another approach of calculation, using basic discounted cash flow, showed that proportion of debt 75% and equity 25%, firm value will be maximized and weighted average cost of capital will be minimized. This calculation is based on year 2000 data. The first two conclusions answered the problem statement that current capital structure of PERTAMINA has already in optimal level
Kata Kunci : Manajemen Modal,Struktur Modal Pertamina