ANALISIS KEBUTUHAN AIR, IRIGASI PANGAN, DAN ENERGI PLTMH (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO) SUNGAI BAYANG, KECAMATAN BAYANG UTARA, KABUPATEN PESISIR SELATAN
SITI NURLAILA INDRIANI, Rachmawan Budiarto, ST., M.T. ; Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKAAir bersih atau air tawar merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang mutlak di samping energi dan bahan pangan. Ketiga kebutuhan pokok tersebut juga bergantung satu dengan yang lain. Hubungan antara ketiganya inilah yang disebut dengan The nexus of Water, Energy, and Food (red: hubungan air, energi/listrik, pangan). Sehingga membutuhkan manajemen tata kelola penggunaan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang akan digunakan untuk kebutuhan air dasar, irigasi pangan dan sumber energi PLTMH. Penelitian ini melakukan proyeksi terhadap produksi listrik PLTMH dengan skenario perubahan iklim dan mengintegrasikan terhadap prediksi permintaan listrik. Selain itu, juga dilakukan proyeksi terhadap produksi irigasi pangan dengan skenario kebutuhan irigasi sawah dan ladang dan kebutuhan air dasar. Proyeksi listrik PLTMH dan kebutuhan irigasi pangan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak WEAP (Water Evaluation and Planning), sedangkan prediksi permintaan listrik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning). Studi kasus pada penelitian ini dilakukan pada aliran sungai (batang) Bayang. Pada sungai tersebut terdapat tiga PLTMH yang beroperasi, yakni PLTMH Muaro Air yang berkapasitas 30 kW, PLTMH Koto Ranah yang berkapasitas 30 kW dan PLTMH Pancuang Taba yang berkapasitas 40 kW. Ketiga PLTMH ini terletak di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sebagai hasil dari simulasi LEAP adalah proyeksi permintaan listrik Kabupaten Pesisir Selatan hingga tahun 2025. Lalu hasil dari simulasi WEAP adalah proyeksi produksi listrik PLTMH, kebutuhan air pokok, dan kebutuhan irigasi sawah dan ladang Kecamatan IV Nagari Bayang Utara hingga tahun 2025.
Clean water or fresh water is one of the basic human needs are absolute in addition to food and energy. The third basic needs are also dependent to one another. The relationship between the three is called the "The nexus of Water, Energy, and Food" (ed: water relations, energy/electricity, food). Thus requiring the use of management governance watershed (watershed) which will be used for basic water needs, irrigation of food and energy sources MHP. This study did projections for electricity production with the MHP and integrate climate change scenarios to forecast electricity demand. In addition, also made projections for irrigated food production scenario in irrigation, rice paddies and fields and basic water needs. Projection MHP electricity and irrigation needs of the food is done by using the software WEAP (Water Evaluation and Planning), while electricity demand forecast is done by using the software LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning). The case studies in this study conducted in river flows Bayang's River. On the river there are three operating MHP, the MHP Muaro Aie capacity of 30 kW, MHP Koto Ranah capacity of 30 kW and MHP Pancuang Taba capacity of 40 kW. Third MHP is located in District IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan, West Sumatra. As a result of the simulation LEAP is projected electricity demand for Pesisir Selatan until 2025. Then the results of the simulation WEAP is projected electricity production of MHP, basic water needs and irrigation needs of rice paddies and fields of District IV Nagari Bayang Utara until 2025.
Kata Kunci : nexus, LEAP, WEAP, PLTMH, Pesisir Selatan, Bayang Utara