Analisa struktur modal industri di Bursa Efek Jakarta (BEJ) beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya
PRAYOGO, Joko, Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenKrisis utang Iuar negeri telah memberikan implikasi yang kurang menguntungkan terhadap kestabilan moneter baik internal maupun eksternal, yang tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah dan inflasi. Krisis utang luar negen mempunyai implikasi yang cukup has baik yang berkaitan dengan sektor riil, moneter, perbankan, maupun keuangan negara, yang pada gilirannya akan menimbulkan malapetaka besar tidak hanya terhadap perekonomian tetapi juga terhadap kehidupan sosial politik masyarakat. Kondisi perekonomian suatu perusahaan terkait erat dengan keputusan pendanaan yinancing) yang dilakukannya. Keputusan pendanaan perusahaan berkaitan dengan keputusan tentang bentuk dan komposisi pendanaan yang akan dipergunakan oleh perusahaan. Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk dapat menjalankan aktivitasnya sehari-had. Dana yang diterima oleh perusahaan antara lain digunakan untuk membeli aktiva, kegiatan produksi barang dan jasa, pembelian bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan penjualan, piutang dagang, pengadaan persediaan, kas atau swat-swat berharga untuk kepentingan transaksi maupun untuk menjaga likuiditas perusahaan, ekspansi usaha, dan lain sebagainya. Untuk itulah dibutuhkan sumber-sumber dana agar segala aktivitas tersebut dapat berjalan dengan baik. Pada dasamya, pemenuhan kebutuhan dana suatu perusahaan dapat disediakan dari sumber internal perusahaan (internal financing), yaitu sumber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalarn perusahaan, dan dari luar perusahaan (external financing), yaitu sumber dana yang berasal dari tambahan penyertaan modal pemilik perusahaan atau emisi saham baru, penjualan obligasi atau pemberian kredit dari Bank. Apabila suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya mengutamakan pemenuhan dengan menggunakan sumber dari dalam perusahaan, ha1 tersebut akan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar atau kreditur. Akan tetapi bila kebutuhan dana sudah demikian meningkatnya dan tidak dapat dipenuhi dari sumber dana internal perusahaan, maka perusahaan dapat menggunakan dana yang berasal dari luar perusahaan, baik dari utang (debt financing) atau dengan mengeluarkan saham baru (equiw financing) dalam memenuhi kebutuhan pendanaannya. Kombinasi berbagai jenis utang dan modal sendiri yang dilakukan perusahaan dikatakan sebagai struktur modal. Struktur modal ini menggambarkan seberapa besar aset perusahaan dibiayai dengan utang. Rasio yang digunakan untuk menggambarkan struktur modal tersebut adalah rasio antara utang dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan atau disebut sebagai debt ratio. Struktur modal merupakan masalah yang penting bagi setiap perusahaan. Hal tersebut dikarenakan baik buruknya struktur modal yang dimiliki suatu perusahaan akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansia1 dan nilai perusahaan, dimana bagi suatu perusahaan yang mempunyai struktur modal yang buruk, yaitu memiliki jumlah utang yang besar, akan memberikan beban biaya yang berat kepada perusahaan dan dapat meningkatkan kemungkman terjadinya financial distress.
-
Kata Kunci : Struktur Modal Industri,BEJ