Analisis kinerja saham setelah penawaran perdana (IPO) :: Studi empiris pada Bursa Efek Jakarta
NAINGGOLAN, Reinhard Marulitua, Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
2002 | Tesis | Magister ManajemenFenomena outperformed dalam jangka pendek dan fenomena underperformed dalam jangka panjang merupakan gejala umum yang terjadi pada hampir setiap pasar modal di berbagai negara. Berbagai studi, diantaranya yang dilakukan oleh Aggarwal et.al (1993), Levis (1993), Ritter (9991) menunjukkan bahwa dalam jangka pendek kinerja saham akan mengalami outperformed yang ditunjukkan dengan diperolehnya abnormal return yang positif setelah 1,2,dan 3 bulan perusahaan melakukan IPO, tetapi dalam jangka panjang fenomena yang terjadi yaitu penurunan kinerja (underperformed) dari saham, yang ditunjukkan dengan diperolehnya abnormal return yang negatif setelah 1,2,dan 3 tahun perusahaan melakukan IPO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fenomena diatas juga terjadi pada pasar modal Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ). Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja saham-saham yang listing di BEJ sebelum dan setelah krisis moneter. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, digunakan statistika parametrik yaitu one sample t-test dan t-test for independent sample setelah sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorov-Smimov test. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 154 perusahaan yang melakukan IPO tahun 1993-2000, 83 perusahaan yang melakukan IPO sebelum krisis moneter, dan 48 perusahaan yang melakukan IPO setelah krisis monster menunjukkan bahwa dalam jangka pendek kinerja saham setelah perusahaan melakukan IPO adalah outperformed, dan dalam jangka panjang kinerja saham setelah perusahaan melakukan IPO adalah underperformed. Hasil penelitian ini konsisten dengan fenomena outperformed dan underperformed yang terjadi pada hampir setiap pasar modal di berbagai negara, seperti yang telah dijelaskan diatas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja jangka pendek saham-saham yang listing di BEJ sebelum dan setelah krisis monster. Sedangkan untuk kinerja jangka panjang tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja saham-saham yang listing di BEJ sebelum dan setelah krisis monster.
Outperformed phenomena in the short-term and underperformed phenomena in the long-term are general symptoms happening almost in every stock market in some countries. Many studies, such as those conducted by Aggarwal et. al. (1993), Levis (1993), Ritter (1991) showed that in the short term, the stock performance will present outperformed as shown by positive abnormal return obtained after 1, 2, and 3 months doing IPO, but in the long term, the phenomena that the companies show, is the underperformed performance of stock, shown by getting the negative abnormal return after 1, 2, and 3 years doing IPO. This research aims to know whether the above phenomena also happen in the Indonesian stock market, which is, in this case, represented by Jakarta Stock Exchange. Besides this, the research also wants to know whether there is a significant difference between the stock performance listing in the JSX before and after monetary crisis or not. For testing this hypothesis in this research, it is used a parametric statistic, such one sample t-test and t-test for independent sample after doing data normality test using Kolmogorov-Smimov tests. Based on the research result conducted for 154 companies doing IPO in 1993-2000, there were 83 companies doing IPO before monetary crisis, and 48 companies doing IPO after monetary crisis showing that in the short term, the stock performance after doing IPO was outperformed, and in the long term, the stock performance after doing IPO was underperformed. The research result is consistent with the outperformed and underperformed phenomena happening almost in every stock market in some countries, such as above explained. The research result also shows that there is a significant result between the short-term stock performance listing in JSX before and after monetary crisis. While those of the long-term performance do not present the significant difference between the stock performance listing in JSX before and after monetary crisis.
Kata Kunci : Initial Public Offering (IPO), listing, underpricing, outperformed, underperformed, offering price, closing price, abnormal return, wealth relatives.,