Laporkan Masalah

KEANEKARAGAMAN JENIS MAKROBENTHOS DAN KONDISI LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHINYA DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PANTAI UTARA PEMALANG JAWA TENGAH

RONY HANIF WARAYANG, Prof.Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Makrobenthos memiliki peran dalam siklus nutrien di dasar perairan melalui detrivory (pemakan partikel organik), selain itu makrobenthos berperan penting sebagai decomposer dan bioakumulator semua zat atau senyawa yang turun ke dasar, baik yang berasal dari daratan ataupun dari lautan dan zat tersebut bersifat toksik atau tidak. Hal ini sangat penting dalam indikator perubahan lingkungan dimana makrobenthos sangat rentan pada perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrobenthos dan mengetahui perbedaan keanekaragaman jenis makrobenthos dan faktor lingkungan pada ketiga tahun tanam. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Rehabilitasi Mangrove, Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Pemalang, Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan di tahun tanam 2001, 2003, dan 2004 yang masing-masing tahun tanam memiliki luas 4 ha. Pengambilan data dilakukan secara random untuk plot pengamatan pertama dan sistematik untuk penempatan plot pengamatan berikutnya dengan pembuatan petak ukur berukuran 5 m x 5 m untuk pengamatan vegetasi meliputi dan faktor fisik-kimia perairan meliputi : oksigen terlarut, salinitas, pH, dan suhu. Pengambilan sampel makrobenthos dilakukan pada petak ukur 1 m x 1 m yang dibuat di dalam petak ukur 5 m x 5 m dengan menggunakan pengamatan visual dan penggalian. Data vegetasi dihitung kerapatan dan komposisi jenis, kemudian untuk data makrobenthos dihitung indeks keanekaragaman dengan menggunakan Indeks Shannon - Wienner dan dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis makrobenthos pada tahun tanam 2001 sebesar 1,29, kemudian untuk tahun tanam 2003 sebesar 1,05, dan untuk tahun tanam 2004 sebesar 0,78. Hasil keanekaragaman jenis makrobenthos pada tahun tanam 2001 dan 2003 termasuk dalam kategori sedang, kamudian pada tahun tanam 2004 termasuk kedalam kategori rendah. Hasil analisis varian (ANOVA) menunjukkan hasil bahwa pH (derajat keasaman) memiliki perbedaan nyata antara tahun tanam 2001, 2003, dan 2004.

Macrobenthoshas a role innutrient cyclingin the bottom waters through detrivory (eatingorganic particles), in addition macrobenthos important role as decomposers and bioakumulator all substances or compounds that go down to the bottom, whether from land or from the sea and the substance istoxic ornot. This is very important inenvironment where the change indicator macrobentos very susceptible to changes inenvironmental conditions. This study aims to determine the diversity macrobenthos and know the difference macrobenthos species diversity and environmental factors on the third year of planting. This study was conducted in Area Mangrove Rehabilitation, Mojo, Ulujami, Pemalang, Central Java. Data collections was carried out in 2001, 2003, and 2004 covering in area of 4 ha. Data collections was carried with random sampling for the first plot and than systematic sampling for the next plot with size 5 m x 5 m for type of vegetation and physical factors chemical water include : dissolved oxygen, salinity, pH, and temperature. Macrobenthos sampling conducted in plot 1 m x 1 m in plot 5 m x 5 m using visual observations and excavations. Vegetation data was calculated density and species composition, and than macrobenthos data was calculated diversity index using Shannon-Wienner Index and analyzed using variance (ANOVA). Result showed that the macrobenthos diversity in 2001 is 1,29, in 2003 is 1,05, and for 2004 is 0,78. The resultsof macrobenthos species diversity in 2001 and 2003are included inthe category of medium, then in 2004 are included in the category of low. (ANOVA) variance analysis results indicate that the results of the pH (acidity) have areal difference between planting year 2001, 2003, and 2004.

Kata Kunci : keanekaragaman jenis, makrobenthos, analisis varian (ANOVA)

  1. S1-2016-311729-abstract.pdf