Laporkan Masalah

GAMBARAN PERILAKU PERAWATAN KEHAMILAN PADA KEHAMILAN REMAJA DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA

DYAH RATNANINGRUM, Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D

2016 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Kehamilan remaja merupakan fenomena internasional yang belum terselesaikan hingga sekarang. Kehamilan tidak diinginkan pada remaja menyebabkan konflik pada keluarga, konflik tersebut berdampak pada kurangnya pemberian dukungan, dimana dukungan sangat penting untuk perkembangan remaja dan janinnya. Perasaan malu dan kurangnya dukungan selama kehamilan menyebabkan remaja enggan untuk memeriksakan kehamilan. Kurangnya pendidikan pada remaja menyebabkan remaja tidak mengetahui bagaimana cara merawat kehamilan dan merawat anak. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku perawatan kehamilan pada kehamilan remaja, dimana kehamilan tersebut tidak diinginkan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Pengambilan data akan dilaksanakan pada bulan Juni 2015 dengan partisipan adalah remaja berusia 15-17 tahun dan memenuhi syarat sebagai partisipan penelitian. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 partisipan. Proses pengambilan data dengan cara wawancara mendalam kepada partisipan. Analisis data dibantu dengan software open coding. Hasil: Secara umum perasaan yang muncul dari remaja, orang tua, dan pasangan terhadap kehamilan adalah perasaan tidak menyenangkan. Pandangan remaja terkait kehamilannya adalah bahwa kehamilan terjadi dikarenakan pergaulan yang menuntun remaja untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Kehamilan remaja berdampak bagi remaja itu sendiri dan anak yang dilahirkan. Dukungan pada saat kehamilan dan perawatan anak datang dari orang tua dan teman. Status hubungan dengan pasangan mempengaruhi perilaku perawatan kesehatan. Kesimpulan: Perilaku perawatan kehamilan pada kehamilan remaja di Kabupaten Sleman tergantung pada baik atau buruknya status hubungan dengan pasangan.

Background: Teen pregnancy is an international phenomenon that has not been resolved until now. Teenage pregnancy is caused by many factors, including premarital sex, lack of moral values, and the lack of control of the family. Unwanted pregnancies in adolescents causes of conflict in the family, and impact on lack of support, that important for adolescent development and the fetus. Feelings of shame and lack of support resulted perform antenatal care. Lack of education causes teens do not know how to care for the pregnancy and children. Objective: The aim of the study is to describe the care behavior of unwanted pregnancy on teenager in Sleman, Yogyakarta. Methods: The study design used is qualitative phenomenology. Data retrieval has been conducted since September until October 2015. Six qualified participant 15-17 years old were interviewed by using in-depth interviews. Data were analyzed by open coding soffware. Results: In general, teens, parents, and partner are not in pleasant feeling about pregnancy. Teens’s opinion about teenage pregnancy is related to that pregnancy occurs due to interactions that lead teenagers to have sexual intercourse before marriage. Teenage pregnancy has impact to themselves and their children were born. Supports during their pregnancy and children parenting come from their parents and friends. Relationship status with partner affect the behavior of health care. Conclusion: Behavioral treatment of pregnancy in teenage pregnancy in Sleman, Yogyakarta depends on relationship status with the partner.

Kata Kunci : kehamilan tidak diinginkan, kehamilan remaja, perilaku perawatan kehamilan

  1. S1-2016-317290-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317290-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317290-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317290-title.pdf