EVALUASI KINERJA SISTEM IRIGASI DAN SISTEM PERTANIAN BERIRIGASI DI DAERAH IRIGASI PAPAH, KULONPROGO
ISMI DWI PRATIWI, Ir. Sukirno, MS;Murtiningrum, STP, M.Eng
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIANEvaluasi kinerja jaringan irigasi perlu dilakukan secara seimbang antara tingkat primer dan sekunder dengan tingkat jaringan utama. Evaluasi perlu menilai aspek prasarana fisik, distribusi air, produktivitas tanam dan P3A. Tujuan dari penelitian ini yaitu menilai dan mengetahui hubungan kinerja jaringan irigasi sesuai dengan Peraturan Mentri PU No 32/PRT/M/2007 dan penilaian pemberdayaan P3A sesuai dengan sistem pertanian beririgasi. Penilaian dilakukan di Daerah Irigasi Papah, Kulonprogo. Metode yang digunakan sesuai dengan sistem irigasi dalam konteks yang bersarang. Penilaian ini menilai sistem irigasi dan sistem pertanian beririgasi dari sistem irigasi sebagai sistem bersarang. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan survey dengan petugas Dinas Pekerjaan Umum Subdin Pengairan serta penjaga bendung untuk primer dan sekunder dan wawancara dengan P3A di daerah hulu, tengah dan hilir untuk tingkat tersier. Evaluasi kinerja jaringan irigasi ditingkat primer dan sekunder mendapatkan nilai 78,59% dan untuk tersier 88,75%. Nilai keseluruhan dari tingkat primer, sekunder dan tersier masuk dalam kategori baik karena adanya kerjasama antara Dinas Pekerjaan Umum Subdin Pengairan dengan anggota P3A sangat baik. Daerah Irigasi Papah memiliki prasarana fisik baik yang menyebabkan operasi dan pemeliharaan baik, serta meningkatkan produktiktivitas tanam.
Performance evaluation of an irrigation system is important to conduct equally between main level and tertiary level. An evaluation should take into consideration aspects of infrastructure, water distribution, crop productivity and water users association. The objective of this research was to evaluate irrigation performance based on the regulation of ministry of public works No 31/PRT/ M/2007 and water users association performance in irrigated agriculture system. The evaluation was conducted in Papah Irrigation System, Kulon Progo. Approach of this research was irrigation in the context of rested system. This research evaluated irrigation system and irrigated agriculture system in the nested system. The data was collected through survey and interview with the of officers of Public Water Office in Kulon Progo well as weir guard for the main level information. For the tertiary information, interview was done to the water users comitte on the upstream, middle, and downstream areas. The evaluation resulted that scores of main level and tertiary level are 78.59% and 88,75%, respectively. In general the scores were categorized very good because of the good collaboration between Kulon Progo Public Works officer and water users association. In Papah Irrigation System, the good infrastructure condition resulted in good operation and maintenance, furthermore improve crop productivity
Kata Kunci : Kata Kunci : evaluasi irigasi, sistem irigasi, Papah, kinerja irigasi, sistem pertanian beririgasi