KARAKTERISTIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI YOUTH EMPLOYMENT: STUDI KASUS ASEAN 5 PERIODE 1991-2013
M RIZAL FAHLAFI, Artidiatun Adji, M.A., M.Ec., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMITujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik tenaga kerja muda dan faktor-faktor yang mempengaruhi youth employment. Adapun objek penelitiannya adalah negara-negara ASEAN 5 meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand pada periode 1991 – 2013. Data didapatkan dari World Bank, International Labor Organization (ILO), dan The Center for Systemic Peace (CSP). Penelitian ini menggunakan metode data panel dengan model log-linier common effect. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertumbuhan GDP dan akses kredit pada sektor swasta berpengaruh postif secara signifikan terhadap youth employment. Sebaliknya, investasi domestik, keterbukaan perdagangan internasional, penanaman modal asing (PMA), demokrasi, pangsa populasi pemuda, pangsa penduduk perkotaan, dan penggunaan layanan seluler berpengaruh negatif secara signifikan terhadap youth employment. Berdasarkan hasil regresi, rasio populasi pemuda terhadap populasi penduduk dan rasio penduduk perkotaan terhadap populasi penduduk mempunyai pengaruh yang besar pada youth employment sehingga membutuhkan perhatian khusus dari otoritas kebijakan. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan utama yang ditawarkan adalah mengontrol faktor tingkat urbanisasi, mendorong gerakan wirausahawan muda, dan membuka perusahaan baru dan/atau mendorong perusahaan lama di pedesaan untuk berkembang. Selain itu, kebijakan yang dapat mendukung peningkatan youth employment antara lain mendorong investasi padat modal untuk lebih berkembang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendorong industri padat modal untuk mampu bersaing di pasar global, meningkatkan akses kredit pada sektor swasta, memperbaiki sistem pemerintahan, khususnya dalam hal proses pengambilan keputusan, dan bekerja sama dengan perusahaan layanan seluler untuk membantu menyiarkan berita tentang latihan kerja dan lowongan pekerjaan.
This research aims to analyze condition of youth employees and find out factor(s) that affect youth employment in ASEAN 5 countries (Indonesia, Malaysia, Phillipines, Singapore, and Thailand) within period 1991-2013. It uses data which were collected from World Bank, International Labor Organization (ILO), and The Center for Systemic Peace (CSP). It uses panel data methods with common effect log-linier model. It find that GDP growth and credit access to private sectors have positive and significant effect on youth employment. Meanwhile, domestic invesment, international trade openness, foreign direct investment, democracy, share of youth population to total population, share of urban population to total population, and cellular subscriptions have negative and significant effect on youth employment. Based on the regression results, youth population ratio and urban population ratio have a great effect on youth employment and thus require special attention from policy authority(s). Therefore, the main policy recommendations are to control the level of urbanization, encourage the movement of young entrepreneurs, and encourage private sectors to open up new companies and/or develop old ones in the countryside. In addition, policies which can support the improvement of youth employment are such as encouraging private sectors to be interested on labor-intensive investment, increasing economic growth, encouraging labor-intensive industry to increase competencies in facing global market, increasing credit access to private sectors, reforming the bureaucracy and political condition, encouraging youth entrepreneurs to develop, encouraging private sectors to build new corporates or develop old ones in the villages, collaborating with corporates of cellular service to broadcast information about on-job training and job vacancies.
Kata Kunci : Youth employment, pemuda, pengangguran, ASEAN 5, data panel, common effect