Kinerja Induk Kambing Peranakan Ettawa dan Bligon di Kecamatan Panggang dan Tepus, Gunungkidul
PUTU DEVANDRA PRABAWA JATI, Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D.;Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja induk kambing PE dan Bligon yang dipelihara oleh peternak di kecamatan Panggang dan Tepus, Gunungkidul. Materi yang digunakan adalah 35 ekor induk kambing yang terdiri atas 16 ekor kambing PE dan 19 ekor kambing Bligon. Induk yang beranak dipelihara bersama anaknya hingga penyapihan dilakukan oleh peternak, setelah disapih induk dipelihara hingga beranak kembali. Pemeliharaan dilakukan oleh peternak sesuai dengan kebiasaanya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan independent sample T-test. Litter size dan bobot sapih kambing PE dan Bligon adalah berturut-turut 1,69±0,12 ekor dan 1,59±0,11 ekor; 10,96±0,57 kg dan 10,65±0,53 kg. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada litter size dan bobot sapih antara cempe kambing PE dan Bligon. Mortalitas prasapih dan interval kelahiran kambing PE dan Bligon adalah berturut-turut 0,06±0,09% dan 0,28±0,08%; 247,88±9,98 hari dan 279,75±9,21 hari. Mortalitas prasapih dan interval kelahiran kambing PE lebih rendah (P<0,05) dibandingkan kambing Bligon. IRI dam IPI kambing PE dan Bligon adalah berturut-turut 2,33±0,19 ekor/induk/tahun dan 1,54±0,29 ekor/induk/tahun; 26,19±2,73 kg/induk/tahun dan 15,85±2,72 kg/induk/tahun. IRI dan IPI kambing PE lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan kambing Bligon. Disimpulkan bahwa di kecamatan Panggang dan Tepus, kinerja induk kambing PE lebih baik dibandingkan kambing Bligon.
This research was aimed to observe the maternal performance of Ettawa grade and Bligon goats which were raised by farmer at Panggang and Tepus district, Gunungkidul. 16 heads of Ettawa grade does and 19 heads of Bligon does were used in this study. After delivery, does were raised together with their kids, prior to weaning by the farmer. After weaning, does were continued to be raised until the next delivery. Animal raising were by farmer as usually they did. The data were analyzed using independent sample T-test. Litter size and weaning weight of Ettawa grade and Bligon goats were 0.69±0.12 kid and 1.59±0.11 kids; 10.96±0.57 kgs and 10.65±0.53 kgs, respectively. Pre-weaning mortality and kidding interval of Ettawa grade and Bligon goat were 0.06±0,09% and 0.28±0.08%; 247.88±9.98 days and 279.75±9.21 days, respectively. Pre weaning mortality and kidding interval of Ettawa grade goat were lower (P<0,05) than those of Bligon goat. Reproduction and Production indexes of Ettawa grade and Bligon goats were 2.33±0.19 kids/doe/year and 1.54±0.29 kids/doe/year; 26.19±2.73 kgs/doe/year and 15.85±2.72 kgs/doe/year, respectively. Reproduction and production indexes of Ettawa grade goat were higher (P<0.05) than those of Bligon goat. It is concluded that at Panggang and Tepus district, Ettawa grade goat does maternal performance is better than that of Bligon goat does.
Kata Kunci : Kinerja induk, kambing PE, kambing Bligon