Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT RUMAH TANGGA DI KECAMATAN TURI SLEMAN YOGYAKARTA

HARDONO JAYA LAUSON, drg. Sri Rezeky Damayanti, M.Kes; Dr. drg. Dibyo Pramono, S.U., MDSc

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Perilaku sehat merupakan salah satu aspek yang penting dalam dunia kesehatan masyarakat. Salah satu program pemerintah terkait perilaku sehat adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan derajat kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah mengukur faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Sampel penelitian terdiri dari 210 penduduk dengan rentang usia 17-65 tahun di Kecamatan Turi. Sampel diambil dari dua padukuhan yaitu Padukuhan Kenaruhan dan Donoasih. Pengukuran dilakukan per individu dengan 5 angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan tertutup. Variabel pengaruh yang diukur adalah usia, jenis kelamin, pendapatan, lama pendidikan formal, pengetahuan tentang PHBS, sikap terhadap PHBS, dan kecerdasan emosi. Variabel terpengaruh yang diukur adalah praktik PHBS. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan bermakna adalah pengetahuan tentang PHBS (p=0,009) dan kecerdasan emosi (p=0,009). Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel pengetahuan tentang PHBS, dan kecerdasan emosi memiliki hubungan yang bermakna dengan variabel terpengaruh. Kecerdasan emosi adalah variabel pengaruh yang paling berhubungan terhadap praktik PHBS (beta= 0,180).

Health behaviour is an important aspect within the world of public health. Indonesian government created a program named Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), or Healthy and Clean Behaviour in English, to promote people’s health. The aim of this research is to determine the contributing factors of PHBS. Research sample was 210 subjects with age from 17 to 65 years old in Turi District. Sample was taken from two village, Kenaruhan and Donoasih. Measurement of the research was performed using close-ended questions within five questionnaires. The independent variables in this research were age, gender, income, formal education length, knowledge about PHBS, attitude to PHBS, and emotional quotient. The dependant variable was PHBS practice. Multivariate analysis showed significant association between knowledge and PHBS practice (p=0.009;) and between emotional quotient and PHBS practice (p=0,009). Research conclusion was knowledge about PHBS, and emotional quotient had significant association to PHBS practice. The strongest associating factor was emotional quotient (beta=0.180).

Kata Kunci : Perilaku sehat, PHBS rumah tangga, faktor PHBS, Kecamatan Turi