Laporkan Masalah

PEMODELAN ZONA KOMPETISI DALAM PENENTUAN TINGKAT KOMPETISI PADA JATI PLUS PERHUTANI DI KPH SARADAN

ADITYA PRIAMBODO, Dr. Ir. Ronggo Sadono

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Jati Plus Perhutani (JPP) asal Kebun Benih Klon (KBK) merupakan jati unggulan yang berasal dari program pemuliaan pohon. Pengembangan JPP asal KBK dilakukan dalam rangka peningkatan produktivitas jati oleh Perhutani. Penyediaan informasi pertumbuhan JPP asal KBK diperlukan untuk referensi pengelolaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model zona kompetisi dalam penentuan tingkat kompetisi JPP asal KBK di KPH Saradan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pengelolaan dalam penentuan ruang tumbuh pohon yang optimal. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 pohon dominan serta 8 pohon tetangga yang mengelilinginya pada setiap petak yang terpilih. Total data yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 1440 pohon sampel yang diperoleh dari pengukuran pada tahun 2013, 2014, dan 2015. Pengukuran pohon dominan menggunakan parameter diameter, tinggi pohon, jari-jari tajuk, serta tinggi pada tajuk maksimal. Sedangkan untuk pengukuran pohon tetangga hanya menggunakan parameter diameter serta tinggi pohon saja. Nilai zona kompetisi didapatkan dari persamaan volume kerucut yang diturunkan dari rumus integral volume benda putar. Penentuan tinggi pada tajuk maksimal serta jari-jari tajuk didapatkan dari persamaan regresi. Tingkat kompetisi antara pohon sampel dan pohon pesaing didapatkan dari persamaan Hegyi dengan parameter jarak antar pohon, diameter, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model zona kompetisi terbaik adalah Zn = 1/3*(e(4,82(12,418/Un))). Besarnya zona kompetisi JPP asal KBK dari umur 6 hingga 13 tahun berturut-turut adalah 16,378 m3; 22,012 m3; 27,477 m3; 32,649 m3; 37,480 m3; 41,959 m3; 46,098 m3; 49,917 m3. Sedangkan besarnya nilai indeks kompetisi berturut-turut adalah 0,77; 0,84; 0,93; 0,97; 1,07; 1,08; 1,17; 0,94.

Jati Plus Perhutani (JPP) from Clonal Seed Orchard (CSO) is a superior teak which is originated from tree improvement program. It is done to increase the teak productivity in shorten time. This research is aimed to understand the competition zone modelling in determining the competition levels of JPP from CSO in KPH Saradan. The results can be used to support management activities in obtaining optimum tree growing spaces. The samples of this research were 30 dominant and 8 neighboring trees which surrounded them in each selected compartment. The total data were 1440 samples which were compiled from measurements in 2013, 2014, and 2015. The measurement parameters of dominant trees were diameter, height, crown radius, and height of maximum crown. The measurement parameters of neighboring trees were diameter and height. The competition zone was obtained from the equation of cone volume which was derived from the integral formula of rotating objects. The height of maximum crown and crown radius was obtained from the regression equation. The competition level was obtained from Hegyi equation which used these parameters: distances among trees, diameter, and height. The result showed that the model of competition zone was Zn = 1/3*(e(4.82(12.418/Un))). The level of competition zone of JPP from CSO for aged 6 to 13 years respectively 16.378 m3; 22.012 m3; 27.477 m3; 32.649 m3; 37.480 m3; 41.959 m3; 46.098 m3; 49.917 m3. The level of competition index for aged 6 to 13 years respectively 0.77; 0.84; 0.93; 0.97; 1.07; 1.08; 1.17; 0.94.

Kata Kunci : Jati Plus Perhutani, Hegyi method, competition zone, competitor tree, competition index