Laporkan Masalah

Pengaruh Teknik Penyinaran Ramped, Pulse-delayed, dan Konvensional Terhadap Kekerasan Mikro Resin Komposit Nanofil

GITA NUGRAHENNY, drg. Tunjung Nugraheni, M.Kes., SpKG

2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGI

Restorasi yang paling sering digunakan oleh dokter gigi saat ini adalah resin komposit. Resin komposit yang paling sering digunakan saat ini adalah resin komposit nanofil yang dapat dipakai untuk restorasi anterior maupun posterior karena mempunyai sifat estetik dan mekanis yang bagus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik penyinaran ramped, pulse-delayed dan konvensional terhadap kekerasan mikro resin komposit nanofil. Tiga puluh resin komposit nanofil berbentuk silinder dengan diamter 4 mm dan tinggi 2 mm dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok disinar dengan teknik penyinaran ramped, pulse-delayed¬, dan konvensional. Objek disimpan dalam inkubator dengan suhu 370 selama 24 jam. Objek diindentasi dengan jarum piramid dengan sudut 1360 selama 15 detik dengan berat 200 gram. Nilai kekerasan mikro diukur dengan Vickers microhardness tester(Buehler, Jerman). Nilai kekerasan mikro dianalisa dengan menggunakan ANAVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD dengan tingkat kepercayaan 5%. Berdasarkan analisis statistik terdapat perbedaan kekerasan mikro resin komposit nanofil yang bermakna antara teknik penyinaran konvensional dengan teknik penyinaran ramped (p<0,05) dan teknik penyinaran konvensional dengan pulse-delayed (p<0,05), serta tidak ada perbedaan yang bermakna pada kekerasan mikro resin komposit nanofil antara teknik penyinaran ramped dan pulse-delayed. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwan nilai kekerasan mikro yang paling besar adalah pada kelompok dengan teknik penyinaran konvesional. Kata kunci : resin komposit nanofil, ramped, pulse-delayed, konvensional, kekerasan mikro

Nanofill composite resin is dental composite that can be used for anterior or posterior restoration. Because it has good esthetic and good mechanical properties. The purpose of this study was to evaluate the influence of ramped, pulse-delayed, and conventional curing technique on microhardness of nanofill composite resin. Thirty nanofill composite resin mould were cured with ramped, pulse-delayed, and conventional technique. The objek were stored at incubator with 370 degree for 24 hours. Objects were indented with pyramid 1360 angle for 15 seconds with 200 grams load. The value of microhardness were calculated by Vickers microhardness tester (Buehler, Jerman). Data were analyzed by one way ANOVA and compared using post hoc test at 5% significance. According the data, there was statistical difference between conventional and ramped (p<0,05), conventional and pulse-depayed (p<0,05), there was no statistical difference between ramped and pulse-delayed (p>0,05). Based on the result of this study, it can be concluded that the higher value of microhardness was found from covetional technique. Keywords : nanofill composite resin, ramped, pulse-delayed, conventional, microhardness

Kata Kunci : resin komposit nanofil, ramped, pulse-delayed, konvensional, kekerasan mikro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.