Laporkan Masalah

Faith-Based Organization in Humanitarian Diplomacy Study of Jesuit Refugee Service in Yogyakarta

FREDY TORANG W M, Dr. Suhadi;Dr. Maharani Hapsari

2016 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Organisasi berbasis Agama memiliki peran yang kuat dalam melakukan Diplomasi kemanusiaan. Sampai saat ini, Belum ada teks yang secara eksplisit membahas karya FBO dalam diplomasi kemanusiaan. Semua teks hanya membahas masalah FBO dan aksi kemanusiaan. Sementara kenyataanya, tidak akan ada bantuan kemanusiaan jika tidak ada diplomasi kemanusiaan sebelumnya. Dengan Menyajikan sebuah studi kasus Jesuit Refugee Services (JRS) di Yogyakarta, penulis mencoba untuk membahas masalah JRS sebagai Organisasi Berbasis agama dalam melakukan Diplomasi Kemanusiaan untuk menjaga kehidupan pengungsi yang terdampar di Indonesia. Untuk menjawab penelitian ini saya melakukan penelitian lapangan selama tiga bulan, yang meliputi wawancara dengan aktivis kemanusiaan dan beberapa pengungsi di setiap acara yang mereka gelar di Sewon, Bantul. Beberapa literature yang berkaitan dengan program ini juga menjadi data dalam penelitian ini Penulis mengawali ide tulisan ini dengan memberikan penjelasan tentang munculnya FBO dalam diplomasi untuk masalah kemanusiaan. Dengan mengambil kasus JRS, penulis mencoba untuk menjelaskan karakteristik JRS bekerja sebagai FBO kemanusiaan. Kemudian sebagai inti utama dari tesis ini, penulis menjelaskan praktek diplomasi kemanusiaan yang dilakukan oleh JRS menggunakan konsep yang diperkenalkan oleh Minear dan Smith pada praktek diplomasi kemanusiaan di lapangan. Akhirnya tujuan thesis ini adalah untuk menunjukkan bagaimana JRS sebagai FBO menerapkan ajaran-ajaran agama melalui diplomasi kemanusiaan untuk menjaga kehidupan para pengungsi. Diplomasi kemanusiaan JRS akan dikaitkan dengan beberapa mitra eksternal dari JRS seperti seperti masyarakat lokal, lembaga pendidikan dan masyarakat.

Faith-Based Organization has a strong role in conducting humanitarian Diplomacy. Until now, there are no texts that explicitly discuss the work of FBO in humanitarian diplomacy. All of the texts only discuss the issue FBO and humanitarian action. Meanwhile there is no humanitarian aid if there is no humanitarian diplomacy previously. By presenting a case study of Jesuit Refugee Services (JRS) in Yogyakarta, the author tries to discuss the issue of JRS as theFaith-Based Organization in conducting the Humanitarian Diplomacy to keep thelivelihood of refugees who are stranded in Indonesia. This study includes three months of field work, which encompasses interviews with the humanitarian activists and some refugees in every event they held in Sewon, Bantul. Some literatures, related to the program also were considered within this study. The author started the idea by providing a description about the emergence of FBOs in diplomacy for the humanitarian issue. By taking the case of JRS, the author explains the characteristic of JRS works as the humanitarian FBO. Then as the main core of this thesis, the author describes the practice of humanitarian diplomacy conducted by JRS using a concept which introduced by Minear and Smith on humanitarian diplomacy practice in the field. Eventually the goal of this thesis is to show how JRS as FBO implements those religious teachings through humanitarian diplomacy to keep the livelihood of the refugees. The humanitarian diplomacy of JRS will be associated with several external partners of JRS such like local communities, educational institutions and civil society.

Kata Kunci : FBO, Jesuit Refugee Service, Humanitarian Diplomacy.

  1. S2-2016-354275-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354275-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354275-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354275-title.pdf