POLA AKTIVITAS MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI DAERAH PINGGIRAN KOTA (STUDI KASUS: DESA BANGUNTAPAN, DESA BATURETNO, DAN DESA POTORONO, KECAMATAN BANGUNTAPAN)
HANA SYIFAAH, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKecamatan Banguntapan memiliki status sebagai daerah pinggiran kota Yogyakarta khususnya Desa Banguntapan, Desa Baturetno, dan Desa Potorono yang merupakan kawasan dengan karakter transisi perdesaan-perkotaan yang cukup jelas terlihat. Karakter kawasan yang saat ini sudah mengkota menyebabkan gaya hidup masyarakat yang mengkota pula sehingga permasalahan saat ini adalah apakah ruang terbuka publik yang telah tersedia masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beraktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pola aktivitas masyarakat dalam penggunaan RTP dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan analisis kualitatif. Metode studi kasus bersifat eksploratif yaitu menekankan pada eksplorasi untuk menggali dasar-dasar dari permasalahan penelitian dan menemukan berbagai faktor signifikan. Unit analisis menggunakan kisi-kisi berupa karakteristik lokasi RTP terhadap lingkungan sekitar, jenis aktivitas penggunaan, kelompok pelaku, dan periode waktu penggunaan. Kemudian, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat pinggiran kota masih tetap menggunakan RTP, pola aktivitas masyarakat yang terbentuk adalah aktivitas olahraga dan bersantai. Faktor pendukung yang mendominasi adalah RTP sebagai sarana olahraga dan sarana hiburan. Temuan lain dari penelitian ini adalah dimana sarana pendidikan khususnya Sekolah Dasar yang masih membutuhkan RTP untuk aktivitas olahraga dapat menghidupkan ruang terbuka publik pada pagi hari dan juga adanya aktivitas terorganisir atau aktivitas yang telah memiliki jadwal penggunaan oleh suatu kelompok tertentu (aktivitas sepakbola/sekolah sepakbola/sekolah atletik) sangat mempengaruhi penggunaan RTP di Desa Banguntapan, Desa Baturetno, dan Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan.
Kecamatan Banguntapan is an urban fringe of Yogyakarta city, in particularly Desa Banguntapan, Desa Baturetno and Desa Potorono. Those are the area with the character of the rural-urban transition that is quite clearly visible. The character of the area which is now has been urbanized also generate its residents lifestyle to be urbanized. The current issue is whether the public open spaces available in these areas are still used by residents or not. The objectives of this research are (1) to identify pattern of activities in the use of public open space by residents and (2) to find the factors that influence those activities. Method that being used is case study method with a qualitative analysis approach. Explorative case study method is operated in this research which emphasizes the exploration to explore the basics of the research problem and find a variety of significant factors. The analysis unit consists of characteristic public open space location toward the surrounding, the type of activity, a group of actors, and time period. The data research is collected based on field observation, interviews, and picture documentations. This research found that suburban residents are still using the public open space. The pattern of resident activities in the public open space is formed by sports and leisure activities. The push factors that dominate the use of public open space are for sports and entertainment facilities. Another result of this research is that the education facilities, especially primary schools are still in need of public open space for their students’ sports activities so that activity can turn public open space more lively in the morning time and also the activities that are organized by a particular group (football matches/football school/athletics school) are greatly affected on how public open space used by residents in Desa Banguntapan, Desa Baturetno and Desa Potorono.
Kata Kunci : Urban Fringe, Public Open Space, Pattern of Residents Activity