KECERNAAN IN VITRO RUMPUT Brachiaria decumbens cv. Basilisk YANG DITANAM DENGAN DOSIS PEMUPUKAN NPK YANG BERBEDA
ADIB NORMA RESPATI, Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D ; Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas rumput Brachiaria decumbens cv. Basilisk yang meliputi kandungan nutrien dan kecernaan in vitro bahan kering serta bahan organik yang ditanam dengan dosis pemupukan NPK yang berbeda. Metode in vitro yang digunakan adalah metode Tilley dan Terry (1963) dimodifikasi oleh Utomo (2010). Perlakuan pupuk yang diberikan yaitu (P0) 0 kg/ha, (P1) 150 kg/ha, dan (P2) 300 kg/ha dengan masing-masing 5 replikasi. Penanaman dilakukan selama 60 hari. Rumput Brachiaria decumbens cv. Basilisk yang sudah dipanen kemudian dioven 55ºC dan digrinding. Sampel kemudian dilakukan analisis proksimat dan analisis kecernaan in vitro. Variabel yang diamati adalah komposisi kimia rumput, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis variansi Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, kemudian bila ada perbedaan nyata sebagai efek perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis pemupukan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan lemak kasar rumput Brachiaria decumbens cv. Basilisk. Kandungan protein kasar P0 (9,504%), P1 (9,836%) dan P2 (12,032%) sedangkan lemak kasar P0 (7,584%), P1 (9,101%) dan P2 (10,867%). Penambahan dosis pupuk tidak berpengaruh terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar, kecernaan in vitro bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kecernaan bahan kering P0 (50,75%), P1 (52,77%) dan P2 (53,89%) dan kecernaan bahan organik P0 (46,33%), P1 (48,69%), P2 (49,95%). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemupukan dengan dosis 150 kg/ha mampu menaikkan kualitas rumput Brachiaria decumbens cv. Basilisk. Kata kunci : Brachiaria decumbens cv. Basilisk, In vitro, Kecernaan bahan organik, Kecernaan bahan kering
Abstract This research was aimed to know the quality of Brachiaria decumbens cv. Basilisk grass including the nutrient content and digestibility, which contains the digestibilty of dry and organic matters planted with in vitro digestibility method with different dosage of NPK fertilization. Tilley and Terry (1963) in vitro method modified by Utomo (2010) was used to analyse the samples. The treatment fertilizer were (P0) 0 kg/ha, (P1) 150 kg/ha, and (P2) 300 kg/ha, each sample used 5 replications. The plant was cut at the 60th day. The harvested Brachiaria decumbens cv. Basilisk grass was put in an oven with 55ºC temperature and grinded resulting samples going to be analyzed with proximate and in vitro digestiblity analysis. The analyzed variables were the grass’ chemical composition, the digestibility of dry and organic matters. The obtained data were then analyzed by using Completely Randomized Design (CRD) and the difference between means was then analyzed using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that crude protein dan fat affected (P<0.05) by the addtion of NPK fertilizer of Brachiaria decumbens cv. Basilisk grass. Crude protein P0 (9.504%), P1 (9.836%) and P2 (12.032%) , crude fat P0 (7.584%), P1 (9.101%) and P2 (10.867%). Dry metters, organic matters, crude fiber, the in vitro digestibility of dry matters and organic matters not affected by addict of NPK fertilizer. The digestibility of dry matters P0 (50.75%), P1 (52.77%) dan P2 (53.89%) and the digestibility of organic matters P0 (46.33%), P1 (48.69%), P2 (49.95%). Based in the study the addition of NPK fertilizers 150 kg/ha affected to increase quality of Brachiaria decumbens cv. Basilisk grass. Keywords : Brachiaria decumbens cv. Basilisk, In vitro, The digestibility of organic matters, The digestibility of dry matters
Kata Kunci : Kata kunci : Brachiaria decumbens cv. Basilisk, In vitro, Kecernaan bahan organik, Kecernaan bahan kering