Sexual Repression as seen in George Orwell's "1984"
CEMARA DINDA, Rahmawan Jatmiko, S.S., M.A.
2016 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRISBukti represi seksual dalam kerangka Marxisme mewakili sebuah kekuatan hegemonik atas masyarakat Oceania dengan membutakan anggota Partai untuk percaya bahwa setiap aspek kehidupan mereka adalah kebenaran meskipun penindasan aktual dan manipulasi sejarah dan ideologi yang mereka terima. Hal ini dicapai melalui berbagai bentuk propaganda seperti kampanye kesehatan masyarakat disebut Junior Anti-Sex League, organisasi seperti Junior Spies dan Hate-Week. Konsekuensi dari penindasan secara seksual adalah tidak hanya hancurnya sebuah institusi keluarga tetapi juga individualitas seseorang, yang menghasilkan ketidakstabilan psikologis. Winston dan Julia adalah representasi dari efek penindasan ini dengan rasa fatalisme dari Winston dan rasa ketidakpedulian dari Julia, yang akhirnya mengarah ke kegagalan pemberontakan mereka.
Evidence of sexual repression within the framework of Marxism represents the hegemonic force over the society of Oceania by blinding Party members to believe that every aspect of their life is the truth despite the actual oppression and manipulation of history and ideology that they receive. This is achieved through various forms of propaganda such as public health campaigns called Junior Anti-Sex League, organizations like the Junior Spies and Hate-Week. The destruction of not only family institution but a person's individuality as well psychological instability become the consequences of sexual repression. Winston and Julia are the beholders of this oppression with his sense of fatalism and Julia's ignorance of life, leading to the failure of their rebellion.
Kata Kunci : totalitarianism, marxism, class-consciousness, sexual repression, totalitarianisme, marxisme, kesadaran kelas, represi seksual