KONSUMSI RUANG KAFE : PANGGUNG PUBLIK YANG PERSONAL (Studi kasus dinamika pola konsumsi dan pemaknaan ruang kafe di Kota Yogyakarta)
NURLINA MAHARANI, Prof. Dr. Irwan Abdullah, M.A
2016 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGIKafe di Yogyakarta mengalami keragaman bentuk, tujuan serta fungsi baik dari sekedar jual kopi sampai makanan sajian sepanjang hari dan saat ini telah menuju kepada sebuah pola konsumsi baru yang kegiatannya melibatkan berbagai elemen yang ada dalam kafe. Elemen-elemen dalam sebuah kafe tidak hanya sarana prasarana tetapi juga individu-individu yang ada beserta kegiatan yang terjadi di dalamnya. Studi tentang gaya hidup dan konsumsi dalam ruang kafe hingga saat ini masih terbatas pada pembicaraan tentang perilaku minum kopi atau pembentukan kafe secara parsial. Tulisan ini mengkaji pembentukan kafe serta fungsinya sebagai sebuah ruang sosial dan proses konsumsi ruang kafe oleh individu.Keberadaan ruang kafe dalam proses konsumsi ruang dianalogikan sebagai panggung sosial dimana individu yang ada di dalamnya melakukan peran tertentu, dialog tertentu dan memanfaatkan permainan peran mereka dalam ruang kafe. Menggunakan teori Dramaturgi dari Goffman untuk melihat sejauh mana elemen dan individu dalam sebuah panggung memainkan peran dan menampilkan diri dalam ruang sosial. Berorientasi pada kajian konsumsi dan gaya hidup penelitian ini dijalankan dengan metode penelitian kualitatif, dan penelitian dilakukan pada rentang waktu Agustus 2014 hingga Desember 2015. Data primer dari wawancara kepada informan pelaku usaha kafe, pengelola serta konsumen kemudian dianalisa dengan pendekatan studi konsumsi dan dramaturgi Goffman. Simpulan berdasarkan analisis dramaturgi bahwa individu dalam ruang kafe tidak lagi dimaknai sebagai ruang publik melainkan memaknai ruang sosialnya sebagai tempat personal atau privat. Pada akhirnya, ruang kafe sebagai panggung sosial menampilkan fungsi yang berbalik arah dari teori dramaturgi ketika depan dan belakang tidak diberi batasan yang tegas melainkan fleksibel untuk pemilik panggung maupun pengguna panggung. Hal ini membuat ruang kafe menjadi sebuah ruang sosial baru yang tidak hanya menampilkan apa yang dikehendaki tetapi juga mendeterminasi individu di dalamnya.
Cafes in Yogyakarta had experience the diversity of forms, purposes and its functions more than just selling coffee, to serving food throughout day and heading towards new consuming pattern whose the activities are involving various elements in the cafe. It is not only infrastructure matter but also the individuals who will held kind of activities going inside. Studies on lifestyle and consumption in cafe-space still limited to discourse about the behavior of the cafe-goers who drinking coffee with the place itself or partially. This paper discuss formation of a cafe as its function to social space and cafe-space consumption mode by individual. The cafe-space in a process are imagined into space consumption as a social stage where the individuals perform a certain role, a certain dialogue and take the advantage of their role play in cafe-space. Using theory of dramaturgy by Goffman, in purpose to see extent of which elements and individuals in stage played a role and present themselves in social space. This discourse of consumption and lifestyle are projected with qualitative research methods,and the research conducted in August 2014 to December 2015. Primary data collected from several interviewers; the cafe owner, managers and consumers. Data analyzed by theory of consumption and dramaturgy by Goffman. Conclusions based on analysis of dramaturgy proved individuals in the cafe-space is no longer keen on to its place as public space, but used social space as a personal or private ones. In the late discourse concluded, the cafe-space as social platform featuring its function are reversed from dramaturgy theory when the front and rear are not given a firm but flexible limits to the owner of the stage or the stage itself. Thus, cafe-space were more into a new social space not only shows what is desired but also determiner individual in it.
Kata Kunci : konsumsi ruang kafe, panggung sosial, pola konsumsi, dramaturgi, Yogyakarta.