Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN VIDEO INFORMASI PERINGATAN DINI BAHAYA RIP CURRENT (ARUS RETAS) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN WISATAWAN REMAJA DI KAWASAN WISATA PARANGTRITIS KABUPATEN BANTUL

CENTAURI, Prof, Dr. M. Baiquni, M.A; Dr. rer.nat. Djati Mardiatno, M.Si.

2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANA

Sampai saat ini kawasan wisata Parangtris (KWP) menjadi tujuan wisata terbesar di DIY dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari satu juta jiwa pada tahun 2008-2014 (Dispar Bantul, 2015). Selain menawarkan potensi alamnya, juga menyajikan potensi bahaya alamnya yaitu rip current. Data tahun 2014 menunjukkan terdapat 32 kasus dengan 59 korban selamat dan 5 meninggal dengan kriteria korban adalah remaja (BPBD, 2014). Dihadapkan dengan kondisi tersebut, sangatlah penting bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi risiko bencana sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan jika informasi risiko bencana di KWP masih kurang efektif dan perlu ditingkatkan, sehingga dibutuhkan pengembangan media peringatan dini informasi bencana yang dapat diakses setiap saat tanpa harus menggangu aktivitas wisatawan, seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) uji kelayakan pengembangan video sebagai salah satu media alternatif peringatan dini dalam meningkatkan kesiapsiagaan wisatawan remaja terhadap bahaya rip current di KWP, dan 2) pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan wisatawan saat sebelum dan sesudah menggunakan video informasi peringatan dini bahaya rip current di KWP. Metode yang digunakan adalah model 4-D dan kuantitatif eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara siginifikan terdapat perbedaan nilai antara kelas eksperimen dan kontrol. Elemen paling mendukung dalam penyebaran informasi adalah audiovisual (video) dibandingkan dengan visual saja (foto). Disamping itu, ketersediaan alat media pemutar video dan kondisi ruangan yang terbuka ternyata mampu mempengaruhi peningkatan nilai gain score yang tidak maksimal; 2) Tingkat pengetahuan dan sikap lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum diberikan video dan secara umum dari masing-masing kelas terdapat perbandingan lurus antara pengetahuan dan sikap.

From the time being, Parangtritis Tourism Area (KWP) has become the largest tourists destination in Yogyakarta with more than one million visitors from 2008-2014 (Dispar Bantul, 2014). Aside from its sophisticated nature, KWP also presenting its natural hazard known as rip currents. The 2014 data shows that there are 32 cases with 59 survivors and 5 deaths of adolescence as the victims category. Being faced with the current condition, it’s highly important to provide the tourists about the information in the term of disaster risk as preparedness effort to deal with future event of disaster. Previous study has shown that the current information provided in KWP still ineffective and need to be improved, in that order the media development of early warning system information from disaster should be able to being accessed at any moment without disturbing the tourists activities. The media suitable for such task is video presentation. This research aims to: 1) Analyze the video development as feasible media in early warning system to improve the preparedness about rip current in KWP for adolescencer as research subject, 2) Analyze the knowledge and preparedness attitude of tourists before and after watching the video presentation of early warning information about rip currents in KWP. The methods used are 4-D model and quantitative experimental. Results show that 1) there are a significant differences in values of experiment and control class. Audiovisual (video) is better supporting element compared with visual (photo) in dispersing the information. Aside from that, the availability of video player tools and open space condition in fact could influence the increasing value of low gain score; 2) the level of knowledge and attitude is higher than before the video is presented, and generally from each class there are proportionate comparison of knowledge and attitude.

Kata Kunci : video, rip current, kawasan parangtritis, wisatawan, remaja