EVALUASI JARINGAN DAN STANDAR JALAN PADA KELAS PERUSAHAAN PINUS DI PERUM PERHUTANI RPH JATI BKPH BATURETNO KPH SURAKARTA JAWA TENGAH
RULFIE ALDI CAHYADI, Dr.Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANPembukaan wilayah hutan merupakan langkah awal dalam pengelolaan hutan lestari. Kegiatan utama PWH adalah pembuatan dan pemeliharaan jalan yang didalamnya memerlukan perencanaan yang tepat sehingga mampu menjamin kelancaran pengelolaan hutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jaringan angkutan di RPH Jati serta mengetahui spesifikasi jalan yang telah ada baik pada PWH tingkat RPH dan PWH tingkat sampel. Penelitian ini dilakukan di Perum Perhutani RPH Jati, BKPH Baturetno, KPH Surakarta Metode pengambilan data yatiu dengan pengukuran langsung di lapangan serta adanya tambahan data sekunder dari BKPH Baturetno, dan kantor KPH Surakarta. Karakteristik jaringan jalan angkutan di RPH Jati digambarkan oleh beberapa parameter yaitu kerapatan jalan , spasi jalan , jarak pikul rata-rata , dan persen pembukaan wilayah (E%). Sedangkan spesifikasi jalan digambarkan oleh beberapa parameter antara lain tanjakan dan turunan yang diperkenankan serta lebar jalan. Optimalitas jaringan jalan angkutan dapat diketahui berdasarkan nilai kerapatan jalan optimal (ORD). Hasil perhitungan karakteristik jaringan jalan angkutan pada PWH untuk RPH mempunyai RD=27,33m/Ha; RS=365,92m; MSDt=91,84m; MSDp=108,85 m; persen pembukaan wilayah (E%)=84,04%. Pada PWH untuk petak sampel mempunyai RD=36,97m/Ha; RS=270,49m; MSDt=67,62m; MSDp=110,54m; MSDr=318,48m; persen pembukaan wilayah (E%)=61,18%. Spesifikasi jalan yang ada di RPH Jati yaitu pada jalan utama, tanjakan maksimal=25%; turunan maksimal=-20%; lebar jalan 3,9m; kcepatan maksimal=30km/jam; jenis perkerasan cor sedangkan spesifikasi jalan pada jalan cabang, tanjakan maksimal =10%; turunan maksimal=-15%; lebar jalan=3,7%; kecepatan maksimal=20 km/jam; jenis perkerasan=berbatu. Kerapatan jalan optimal berbasis getah tidak dapat diketahui, sedangkan kerapatan jalan optimal berbasis kayu yaitu 2,9m/Ha. Secara umum jaringan jalan di RPH Jati sudah mencakup seluruh kawasan hutan
Forest opening up is a first step of managing sustainable forest. The main activity of forest opening up is a road construction and road maintenance to ensure forest management. This research aims to about road characteristic in RPH Jati, and also to know an exist road specification in either RPH or sample plot. This research was done in Perum Perhutani RPH Jati, BKPH Baturetno, KPH Surakarta. The method of data retrieval is by a direct measuring in field and there is an extra secondary data from BKPH Baturetno, and the office of KPH Surakarta. The harvesting road in RPH Jati is depicted by some parameters, as road density, road space, mean skidding distance, and a percent of opening up. Whereas road specification is depicted by some parameters, as a climb and a derivative which is allowed and a width of the road. Optimality of transport networking may be known by optimal road density. Result of characteristic of the transport networking in forest opening up for RPH is RD=26,50m/Ha;RS=377,37m;MSDt=94,34m;MSDp=108,85m;E%= 86,64%. Forest opening up in sample plot is RD=27,81 m/Ha;RS=359,54m; MSDt=89,88m;MSDp=10,54m;MSDr=318,48m; E%=81,32%. Road specification in RPH Jati is on the main road, maximum climb=25%; maximum derivative=- 20%; width 3,9m; maximum speed=30km/hour; type of pavement cor while the road specification in a branch road, maximum climb=10%; maximum derivative=- 15%; width=3,7%; maximum speed=20km/hour; type of pavement=rocky. Optimum road density based pine resin not known whereas optimum road density based pine wood is 2,9m/ha. Basically, a road networking in is already covered in the entire forest area.
Kata Kunci : jaringan jalan angkutan, pinus, KPH Surakarta