Laporkan Masalah

Kuasa Gula: Perkembangan Industri Gula di Karesidenan Surabaya, 1870 - 1930-an (Skripsi Film Dokumenter)

MOH MASRUHAN, Drs. Machmoed Effendhie, M.Hum

2016 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang menunjang perkembangan industri gula di Karesidenan Surabaya, terutama dalam masalah irigasi dan transportasi. Selain itu, penelitian ini juga membahas tentang dampak yang diakibatkan dari adanya industri gula tersebut bagi masyarakat pedesaan. Periode yang diambil dari penelitian ini adalah sejak dimulainya periode liberalisasi ekonomi, yaitu tahun 1870 sampai krisis gula tahun 1930-an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan pendekatan naratif deskriptif. Penelitian ini disajikan dalam bentuk tulis dan film. Bentuk film digunakan untuk mempermudah pemahaman pembaca dari hasil penelitian yang dilakukan dan juga memanfaatkan melimpahnya sumber visual yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek-proyek irigasi penunjang perkebunan di Karesidenan Surabaya sudah dilakukan jauh sebelum politik etis dengan membendung Sungai Brantas di Lengkong. Adapun proyek transportasinya berupa pembangunan rel, dimulai sejak tahun 1873 yang tujuan awalnya untuk kepentingan ekonomis, yaitu mengangkut hasil-hasil perkebunan. Terutama perkebunan-perkebunan besar yang ada di Karesidenan maupun di Jawa Timur secara umum. Industri gula memberikan banyak pengaruh terhadap masyarakat pedesaan. Mulai dari beragamnya lapangan pekerjaan yang muncul sampai pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan. Meskipun demikian, industri gula ini tidak luput dari resistensi petani. Krisis gula tahun 1884 dijadikan pembenahan bagi industri gula Jawa dalam memperkuat organisasi dan sistem produksi industri. Namun, krisis tahun 1930-an tidak bisa membendung kehancuran industri gula Jawa yang dalam dekade terakhir mengalami masa kejayaannya, tak terkecuali industri gula di Karesidenan Surabaya.

This research examines the factors that support sugar industry development in Surabaya Residency, especially irrigation and transportation. Aside from that, this research also explains the side effect of sugar industry to the rural society in residency. The period which is taken for this research starts from liberal economy period (1870) until the economic crisis in 1930s. The method that is used in this research is historical method with narrative-descriptive approach. This research is then presented through written document and film. The film is intended to facilitate the readers to understand this research result as well as to utilize a lot of visual resources that have been found. The result of this research indicates that irrigation projects for sugar plantation in Surabaya Residency had been applied far before the ethical policy by damming Brantas River in Lengkong. In another hand, the transportation project which was in form of railway construction started in 1873 with its early objective for economic purpose, such as carrying the crop plantation products. It was aimed particularly for large plantation in Surabaya Residency and commonly for plantations in East Java Province. Sugar industry had given impacts to rural society in Surabaya Residency; starting from job diversity to the development of education and health infrastructure. Nevertheless, sugar industry could not be separated from the peasants� resistance. Sugar crisis in 1884 became starting point for Java sugar industry to strengthen the industry�s organization and system production. However, 1930�s crisis could not defend Java sugar industry from its downfall disregarding the fact that in the last decade Java sugar industry became one of advanced sugar industries in the world, including sugar industry in Surabaya Residency.

Kata Kunci : Industri Gula, Karesidenan Surabaya, Irigasi, Transportasi, Film, Sugar Industry, Surabaya Residency, Irrigation, Transportation

  1. S1-2016-318352-abstract.pdf  
  2. S1-2016-318352-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-318352-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-318352-title.pdf