Perception and Opinion about Passive Smoking among High School Students in the City of Yogyakarta
ARUN KUMAR, MAHATHEVAN, Dra.RA Yayi Suryo Prabandari M.Si.,Ph.D. ; Dra. Retna Siwi Padmawati MA
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Prevalensi merokok di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dan usia inisiasi adalah relatif muda. Risiko kesehatan menjadi pasif merokok sering diabaikan karena kebanyakan orang sering tidak menyadari keberadaan mereka. Pengetahuan tinggi tentang efek berbahaya dari paparan SHS dapat mengurangi paparan SHS, yang dapat mengurangi risiko kesehatan selanjutnya terkait. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi perbedaan persepsi merokok pasif dan pendapat tentang jenis kelamin dan merokok di kalangan status merokok yang berbeda, kelompok usia dan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross-sectional menggunakan data sekunder mengenai persepsi responden terhadap merokok pasif dan pendapat jenis kelamin dan merokok dari Project Quit Tobacco Indonesia. Responden berbagai siswa SMA di Yogyakarta pada tahun 2009. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan persepsi merokok pasif antara status merokok (p-value = 0,002), jenis kelamin (p-value = 0,003), dan kelompok umur (p-value = 0,001). Ada perbedaan yang signifikan dari pendapat perokok laki-laki antara status merokok (p-value = 0,001), dan jenis kelamin (p-value = 0,001), tetapi ada perbedaan signifikan antara kelompok usia. Ada perbedaan yang signifikan dari pendapat wanita perokok antara status merokok (p-value = 0,001), jenis kelamin (p value = 0,001), dan kelompok umur (p-value = 0,001). Kesimpulan: Dari penelitian ini, ada perbedaan persepsi tentang merokok pasif dan pendapat tentang jenis kelamin dan merokok di kalangan status merokok yang berbeda, kelompok usia dan jenis kelamin. Mayoritas responden memiliki persepsi bahwa merokok pasif dapat menyebabkan penyakit utama dan mayoritas responden menyetujui perilaku merokok laki-laki tapi tidak setuju perokok perempuan.
Background: Smoking prevalence in Indonesia is among the highest in the world, and the age of initiation is relatively young. The health risks of being a passive smoking are often ignored as most people often not even aware of their existence. An increased knowledge of the harmful effects of SHS exposure can reduce exposure to SHS, which can reduce subsequent health risks associated. Objective: This study explores the difference in perception of passive smoking and opinion on gender and smoking among different smoking statuses, age groups and genders. Method: This study was a cross-sectional study using secondary data regarding respondents‘ perception of passive smoking and opinion of gender and smoking from the Project Quit Tobacco Indonesia. The respondents were various high school students in Yogyakarta in the year 2009. Result: There is a significant difference of perception of passive smoking between smoking statuses (p-value = 0.002), gender (p-value = 0.003), and age groups (p-value = 0.001). There is a significant difference of opinion of male smokers between smoking statuses (p-value = 0.001), and gender (p-value = 0.001) but there is an insignificant difference between age groups. There is a significant difference of opinion of female smokers between smoking statuses (p-value = 0.001), gender (p value = 0.001), and age groups (p-value = 0.001). Conclusion: From this study, there is difference of perception about passive smoking and opinion about gender and smoking among different smoking statuses, age groups and genders. A majority of respondents have the perception that passive smoking can cause major disease and a majority of respondents approving of male smoking behavior but disapproving of female smokers.
Kata Kunci : perception, opinion, passive smoking, gender, smoking behaviour, Quit Tobacco Indonesia, second hand smoking, tobacco, high school, Yogyakarta, Indonesia