KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS DUA WACANA DALAM PEREMPUAN BERBICARA KRETEK KARYA ABMI HANDAYANI, DKK
JUJUN HIDAYAH, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2016 | Tesis | S2 Ilmu LinguistikPenelitian ini mengkaji tentang analisis wacana kritis pada dua wacana: Rokok itu Berjenis Kelamin Laki-laki karya Niken Wresthi dan Pelekatan Modernisasi dan Pelupaan Tradisi: Pewacanaan atas Perokok Perempuan dalam Situs Berbasis Citizen Journalism karya Des Christy. Kedua wacana tersebut memuat topic dan tema penjelasan atas penilaian masyarakat terhadap perempuan perokok. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan menginterpretasikan praktik wacana. Dalam analisisnya, peneliti menggunakan pendekatan Teun A. Van Djik untuk mengetahui struktur wacana dan menggunakan pendekatan Roger Fowler yang menfokuskan pada analisis isi untuk menjawab bentuk dan fungsi susunan kalimat, juga untuk menjelaskan ideologi/kepentingan dalam wacana tersebut. Struktur makro berfungsi untuk mendukung tema utama, struktur supra untuk mengontrol skema teks dan struktur pesan, dan struktur mikro untuk memfokuskan latar belakang penjelasan atas penilaian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua penulis menggunakan topik-topik pendukung untuk menggiring opini pembaca pada pendapat keduanya. Pendeskripsian bentuk dan fungsi susunan kalimat dalam kedua wacana ditunjukkan dalam kalimat yang mengandung kata kerja transitif untuk membuktikan hubungan yang jelas antara agent, goal, dan behaver. Negasi dari kalimat positif dan kalimat negatif berfungsi sebagai penyangkalan. Wacana kedua penulis memuat aspek-aspek yang terkandung dalam nilai rasional, yakni modus kalimat dan modalitas relasional. Fungsi masing-masing kalimat yang menunjukkan nilai rasional memiliki fungsi yang sama, namun berbeda dalam pemilihan kata kerja serta dimaknai sesuai konteks yang ada dalam masing-masing wacana. Aspek modalitas intensional digunakan untuk menunjukkan keinginan, harapan, dan permintaan. Pada modalitas epistemik digunakan untuk menyatakan keyakinan, modalitas deontik terkandung makna memerintah dan melarang, dan modalitas dinamik berfungsi untuk mengekspresikan kesanggupan atau kemampuan dalam melakukan sesuatu. Kedua penulis menyatakan bahwa kegiatan merokok di kalangan perempuan merupakan sikap protes, resistensi dan kritik terhadap tatanan sosial yang patriarkal, memiliki harapan bahwa merokok merupakan hak bagi perempuan dan laki-laki dan pemenuhan hak tersebut tidak didasarkan pada jenis kelamin, namun berdasarkan pada kesadaran antar sesama manusia.
This study examines the critical discourse analysis on two discourses: Rokok itu Berjenis Kelamin Laki-laki by Niken Wresthi and Pelekatan Modernisasi dan Pelupaan Tradisi: Pewacanaan atas Perokok Perempuan dalam Situs Berbasis Citizen Journalism by Des Christy. It contains an explanation of the discourse on public appraisal of female smokers. A qualitative approach is used to describe, explain and interpret the discourse practices. The researcher used Teun A. Van Dijk approach to determine the structure of discourse and Roger Fowler approach that focuses on content analysis to answer the form and function of sentence structure, as well as to explain the ideology / interest in the discourse. The result shows that macrostructure serves to support the main theme, supra structure control scheme for text and structure of the message, and microstructure focus on background of the explanation given by the reader. It also shows that both two writers use some supporting topics to bring people opinion to theirs. Transitivity in the value of the experience serves to demonstrate a clear connection between the agent, goal, and behavior, while negation of the positive and negative sentences serves as a denial. Furthermore, those two discourses include some aspects, which are concluded in rational. Aspects of intentional modality used to indicate the wishes, hope, and demand. Epistemic modal used to express the belief, while deontic modal used to govern and prohibit someone. Dynamic modal serves to express the willingness or ability to do something. Both authors state that the activity of smoking among women is a form of protest, resistance and criticism of the social order that is patriarchal, expect that smoking is a right for women and men and the fulfillment of these rights is not based on gender, but on the awareness among human beings. Keywords: Female smokers, critical discourse analysis, roger fowler, ideology.
Kata Kunci : Perempuan perokok, analisis wacana kritis, ideologi, female smokers, critical discourse analysis, roger fowler, teun a. van dijk, ideology.