EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MEMINIMALKAN RISIKO KREDIT MACET PADA KOPERASI SERBA USAHA (Studi kasus pada KSU Kencana Mulya Semarang)
LUKAS SINDHU SINDORO, Maliki Julian Hendrawan Rakhmanto, S.E., M.B.A.
2015 | Skripsi | AKUNTANSIKoperasi merupakan salah satu badan usaha dimana memiliki tujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Tahun 2014, jumlah koperasi di Indonesia tercatat ada 209.488 unit. Dan salah satu kegiatan koperasi adalah simpan pinjam. Risiko kredit merupakan risiko yang disebabkan kegagalan debitur untuk memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Pengendalian internal yang memadai diperlukan untuk memnimalkan risiko kredit macet. Pada laporan semester 1 tahun 2015, ditemukan tingkat Non Performance Loan (NPL) kredit pada unit simpan pinjam 1 KSU Kencana Mulya Semarang sebesar 17%. OJK telah menetapkan bahwa standar NPL untuk perbankan hanya 5%. Peneliti menggunakan wawancara terstruktur berdasarkan COSO Internal Control Framework. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal pada pemberian kredit yang selama ini digunakan oleh perusahaan dan membandingkan dengan kerangka pengendalian internal yang ada. Untuk melakukan evaluasi efektivitas pengendalian internal pada KSU Kencana Mulya Semarang, peneliti menggunakan kerangka pengendalian internal COSO. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis meliputi kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil peneletian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pengendalian internal pada KSU Kencana Mulya dalam meminimalkan risiko kredit macet telah cukup baik kecuali desain pengendalian internal yang masih kurang seperti pemisahan wewenang serta tanggung jawab.
Cooperative is one of the entities that have purpose to bring welfare to the members. In 2014, the number of registered cooperatives in Indonesia there are 209.488 units. And one of business units is the savings and loan cooperatives. Credit risk is the risk that caused the failure of the debtor to meet its obligations to creditors. Adequate internal control is requiered to minimize the risk of bad debts. In the 1st half-year report 2015, found that levels of Non-Performance Loan (NPL) on Unit Simpan Pinjam 1 KSU Kencana Mulya Semarang by 17%. OJK has determined that the NPL Standards for banking is only 5%. Researchers used a structured interview based on the COSO Internal Control Framework. The purpose of this study was to evaluate the internal control system of the lending that has been primarily used by the company and compares with the existing internal control framework. To evaluate the effectiveness of internal control at KSU Kencana Mulya Semarang, researchers using the COSO Internal Control framework. In this study, the method used is qualitative method. Data collection techniques used by the authors include questionnaires, interviews, and observations. The results showed that the implementation of internal control at KSU Kencana Mulya in minimizing the risk of bad debts has been quite good except for the design of internal controls that are lacking such as the segregation of duties.
Kata Kunci : Sistem pengendalian internal, kredit macet, koperasi, COSO / Internal control system, bad debts, cooperative, COSO