PERAN KELOMPOK USAHA DALAM MENINGKATKAN KEBERDAYAAN PERAJIN TOPENG KAYU DI DUSUN BOBUNG, DESA PUTAT, KECAMATAN PATUK, GUNUNGKIDUL
ANNISA RATRI UTAMI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Dusun Bobung merupakan salah satu dusun yang hampir semua warganya menggantungkan hidupnya pada sektor kerajinan topeng. Hambatan terbesar yang dialami oleh para perajin adalah keterbatasan akses terhadap faktor-faktor produksi, seperti akses terhadap permodalan dan akses terhadap sarana-prasarana. Pembentukan kelompok-kelompok usaha menjadi salah satu bentuk nyata untuk meminimalisir hambatan-hambatan yang dirasakan oleh para perajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Bagaimana peran kelompok usaha untuk meningkatkan keberdayaan para perajin, 2. Apakah dengan adanya kelompok usaha tersebut para perajin menjadi lebih mandiri dan lebih berdaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Melalui pendekatan ini dapat ditemukan deskripsi dan gambaran yang lebih mendalam tentang gejala sosial tertentu. Gejala sosial/fenomena yang saling berkaitan tersebut adalah munculnya kelompok-kelompok usaha dan keberdayaan perajin. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan telaah dokumen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa keberadaan kelompok usaha di Dusun Bobung terbukti dapat meningkatkan keberdayaan perajin. Ini ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan perajin untuk mengakses berbagai faktor produksi, seperti modal, pasar, bahan baku, hingga sarana-prasarana secara mandiri. Tidak hanya itu, perajin saat ini telah mampu mengidentifikasi berbagai kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam usahanya. Kemampuan untuk dapat memahami seluk-beluk usahanya, mulai dari kelemahan hingga kelebihan sangatlah penting dilakukan oleh para perajin, karena dengan memiliki kemampuan tersebut mereka bisa untuk membaca peluang pasar dan memecahkan dan mencari solusi yang dihadapi dengan menggunakan kekuatan/kelebihan yang mereka miliki. Keberdayaan yang saat ini dirasakan oleh perajin diperoleh melalui sebuah proses panjang yang dinamakan pengorganisasian. Proses pengorganisasian terjadi di dalam kelompok usaha. Pengorganisasian tersebut dilakukan oleh perajin, dari perajin, dan untuk perajin.
ABSTRACT Bobung region is one of the regions in which its most people rely their life on mask craft sector. The biggest obstacle which the craftsmen face is the limitation of access towards the production factors such as the capital and the facilities access. The formation of business groups becomes one of the real forms to minimize the obstacles faced by the craftsmen. This research aims to discover: 1. how is the role of the business group to increase the empowerment of the craftsmen; 2. is the existence of the business group helping the craftsmen to be more independent and empowered. The method used in this research was qualitative method and using the analysis descriptive approach. Through this approach, there could be found the deeper description and elaboration about certain social symptom. The related social symptom of phenomenon was about the emergence of business groups and craftsmen empowerment. In this research, the data gathering techniques was observation, in depth interview, and document analysis. Based on the research conducted, the conclusion drawn is the existence of business group in Bobung region has been proven to increase the craftsmen empowerment. It can be shown by the increasing of craftsmen ability to have an access on production factors such as capital, market, raw materials, and the facilities independently. Besides that, the craftsmen, nowadays, can identify the strengths and the weakness in their business. The ability to understand the detail of their business, starting from the weakness to the strength, is very important to be done by the craftsmen. By having the ability, they can read the market probability, solve and find the solutions that they face using the strength and weakness they have. The empowerment experienced by the craftsmen is obtained through a long process called organizing. This organizing process happens in the business group. The organizing is done by the craftsmen, from the craftsmen, and for the craftsmen.
Kata Kunci : ketidakberdayaan, kelompok usaha, pengorganisasian / powerless, business group, organizing