Return to Schooling of General and Vocational High Schools in Indonesia
KARINA MAHIRDA, Heni Wahyuni, M.Ec.Dev., Ph.D.
2015 | Skripsi | ILMU EKONOMIPaper ini mempelajari mengenai "return to schooling" antara sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di Indonesia dengan menggunakan data "cross-section" dari 2439 individu. Seluruh data bersumber dari IFLS 4 yang dipublikasikan pada tahun 2007. "Return to schooling" diukur sebagai pendapatan dengan menggunakan "human capital earnings function" (Mincer, 1974). Model diregresi dengan menggunakan metode "Ordinary Least Squares". Studi ini menemukan tidak adanya perbedaan dalam "return to schooling" antara SMA dan SMK di Indonesia. Berdasarkan temuan-temuan dalam studi ini, dapat diimplikasikan bahwa rencana pemerintah untuk mengembangkan pendidikan kejuruaan di Indonesia tidak bisa di justifikasi dan disarankan agar pemerintah fokus dalam mengembangkan pendikan umum, mempermudah akses ke pendidikan atas, dan memperbaiki kurikulum pendidikan kejuruan.
This paper studies the return to schooling between vocational and general high schools in Indonesia using cross-section data consisting of 2439 individuals. All data are sourced from IFLS 4 published in 2007. Return to schooling is measured in terms of earnings using human capital earnings function (Mincer, 1974). The function is regressed using Ordinary Least Squares method. The study finds no difference in the returns to schooling between vocational and general high schools in Indonesia. The findings implied that the government plan to expand vocational education in 2015 cannot be justified and it is recommended that the government should focus on promoting general education, easing the access to higher education, as well as improving the curriculum in vocational education.
Kata Kunci : return to schooling, earnings, vocational high school, general high school.