Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH KONDISI BERPUASA TERHADAP RESPON FISIOLOGIS, SITUATION AWARENESS DAN PERFORMANSI MENGEMUDI DI PAGI HARI

HILMAN FITRIANSYAH, Dr. Titis Wijayanto, S.T., M.Des.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Ramadhan merupakan sebuah bulan dimana orang Islam yang sehat dan kuat diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa. Pada puasa Ramadhan budaya masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam melakukan mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan ketika Ramadhan akan berakhir. Fenomena mudik banyak menghadirkan fenomena kecelakaan yang kebanyakan terjadi pada pagi hari yang mayoritas penyebabnya disebabkan faktor manusia sebagai pengemudi. Perubahan ritme sirkadian yang berpengaruh pada respon fisiologis juga merupakan salah satu faktor yang efeknya negatif bagi keamanan dalam mengemudi pada bulan Ramadhan. Penelitian terdahulu juga menyebutkan situation awareness (SA) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama kecelakaan yang disebabkan faktor manusia. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kondisi puasa terhadap ritme sirkadian dan efeknya terhadap respon fisiologis, SA dan performansi mengemudi. Dua belas orang mahasiswa laki-laki (22 ± 0,42 tahun) beragama Islam dalam kondisi berpuasa pada bulan Ramadhan yang mempunyai pengalaman mengemudi lebih dari 1 tahun berpartisipasi dalama simulasi mengemudi dengan menggunakan software City Car Driving selama ± 20 menit. Sebelum melakukan simulasi dilakukan pengecekan terhadap perubahan respon fisiologis yaitu pengukuran tekanan darah (blood pressure) dan detak jantung (heart Rate). Jalannya simulasi direkam untuk melakukan penilaian performansi mengemudi dari responden. Performansi yang diukur yaitu rata-rata kecepatan, top speed, deviasi kecepatan, dan total pelanggaran. Pada jalannya simulasi setiap rentang waktu ± 5 menit diberikan kuisioner Situation Awareness Global Assesment Technique (SAGAT) untuk melihat tingkat SA dari responden. SAGAT terdiri dari 28 pertanyaan dimana terdiri dari 13 pertanyaan SA level 1, 8 pertanyaan SA level 2, dan 7 pertanyaan SA level 3. Hasil yang didapatkan pada penelitian pengaruh puasa terhadap perubahan respon fisiologis tidak berpengaruh pada perubahan turunnya tekanan darah (p>0,05) tetapi berpengaruh secara signifikan pada perubahan turuannya denyut jantung (p<0,05). Pengaruh puasa terhadap penurunan faktor performansi mengemudi yang diukur menunjukan hasil yang tidak signifikan (p>0,05). Hasil kuisioner SAGAT menunjukan kondisi puasa tidak berpengaruh pada kenaikan nilai SA1 dan SA2 secara signifikan (p>0,05). Pada SA level 3 kondisi puasa berpengaruh secara negatif dengan pengaruhnya yang signifikan (p<0,05). Hubungan antar variabel yang diamati yaitu perubahan respon fisiologis, performansi mengemudi, dan SA tidak meunjukan hubungan yang berpengaruh secara signifikan satu sama lain (p>0,05).

Ramadhan is a month when healthy and adult Muslims have to do fasting. There is a culture in Indonesian which is the majority Muslims that is coming back to the hometown using the vehicle at the end of Ramadhan. This phenomenon shows many accidents that are happened in the morning and the majority because of human factor as driver. Changed in circadian rhythms which is influenced the physiological response is also one of the factors that negatively effects the safety driving in Ramadan. Past researched mentioned situation awareness (SA) that had been identified as one of the main factors of accidents caused by human factors. So this research aims to observe the effect of fasting condition to circadian rhythms and its effects on physiological responses, SA and driving performance. Twelve male Muslim students (22 ± 0.42 years) were fasting during Ramadan who had experience of driving more than 1 year participated in driving simulation using software City Car Driving for ± 20 minutes. Before doing simulation, they should be checked their physiological responses such as blood pressure and heart rate. The simulation was recorded to assess the driving performance of the respondents. Performance which is measured are average speed, top speed, the speed deviation and total offense. The respondents were given questionnaires Situation Awareness Global Assessment Technique (SAGAT) each time span ± 5 minutes to see the level of SA during the simulation. SAGAT is 28 questions which consist of 13 questions for SA Level 1, 8 questions for SA level 2, and 7 questions for SA level 3. The results in the research is the influence of fasting on the changed physiological response have no effect on decreased in blood pressure (p> 0.05) but significant influence on decreased in heart rate (p <0.05). The effect of fasting does not have significant results (p> 0.05) to the reduction driving performance factors. SAGAT questionnaire’s results show no effect on the fasting conditions in increasing SA1 and SA2 value significantly (p> 0.05). At level 3 SA fasting conditions influence significant negatively (p <0.05). The relationship between variables which are observed such as changed in physiological responses, driving performance, and SA does not have relationship with each other significantly (p> 0.05).

Kata Kunci : Puasa, Ritme Sirkadian, Performansi Mengemudi, Situation Awareness, SA, Situation Awareness Global Assesment Technique, SAGAT.