Laporkan Masalah

PERAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DALAM PELESTARIAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA RUMAH TJAN BIAN THIONG DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA

KHALILLA NADA TRAVELINA, Fajar Winarni, S.H., M.Hum

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

INTISARI Indonesia mempunyai masyarakat multikultural yang mengakui keragaman serta kebudayaan. Salah satu bentuk kebudayaan yang nyata selain suku, sejarah dan bahasa adalah dengan adanya cagar budaya yang merupakan wujud dari suatu kebudayaan itu sendiri. Selain menjadi alat pemersatu bangsa, cagar budaya merupakan refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan yang pernah singgah dan dibangun dari generasi ke generasi. Sebagai bukti, 13 cagar budaya telah ditetapkan sebagai warisan dunia yang ditetapkan oleh organisasi dunia UNESCO. Salah satu bentuk budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah adanya Rumah Cina Tjan Bian Thiong yang merupakan salah satu Bangunan Warisan Budaya yang telah ditetapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji peran pemerintah terhadap bangunan cagar budaya di Yogyakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap bangunan cagar budaya Tjan Bian Thiong. Penelitian dilakukan mulai tanggal 17 September hingga 12 Oktober 2015 dengan menggunakan metode Normatif Empiris yaitu penelitian yang mengkaji pelaksanaan atau implementasi ketentuan hukum positif dan pengkajian lapangan. Narasumber diambil melalui purposive sampling. Penulis menemukan bahwa telah terjadi maladministrasi di Pemerintah serta kurangnya koordinasi antara Pemerintah, Pemilik, dan masyarakat sehingga terjadi perusakan Bangunan Cagar Budaya. Penelitian ini menyarankan agar Pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dari aparatur pemerintahan daerah yang lebih profesional dan berkompeten sesuai dengan bidangnya agar dapat melaksanakan tugas dengan maksimal.

ABSTRACT Indonesia has a multicultural society that recognizes the diversity and culture. One form of real culture in addition to ethnicity, history and language is the presence of cultural heritage which is a manifestation of the culture itself. In addition to being a means of unifying the nation, cultural heritage is a reflection of the values of nationalism that had stopped and was built from generation to generation. As proof, 13 cultural heritage has been designated as a world heritage established by the world organization UNESCO. One form of foreign culture into Indonesia is the Chinese House Tjan Bian Thiong which is one of the Cultural Heritage Buildings that have been established in Yogyakarta. This thesis research aims to identify and assess the role of government to cultural heritage buildings in Yogyakarta based on Law Number 11 Year 2010 on Heritage and the implementation of legal protection for heritage buildings Bian Thiong Tjan. The field work of this research was conducted from September 17 to October 12, 2015 using the Normative Empirical research that examines the execution or implementation of the provisions of positive law and the assessment field. Informant taken through purposive sampling. The authors found that there had been maladministration in the government and the lack of coordination between government, owner, and society resulting in the destruction of the Heritage Building. This study suggested that the Government increase the human resource capacity of local government officers more professional and competent in accordance with the field in order to carry out the task with maximum.

Kata Kunci : Administrasi, Cagar Budaya, Kebudayaan, Pemerintah