China's Accession to the WTO: The Changes of Grain Production Policy under WTO Agreement
VOLVA ALPHA, Poppy S. Winanti MPP., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTulang punggung ekonomi China terdapat pada bidang pertanian, terutama gandum. Bertahun-tahun, China mengalami kesulitan untuk menghasilkan gandum dan menjualnya dengan harga yang stabil. Akhirnya, banyak petani yang merasa dirugikan oleh kejadian ini. Oleh karena itu, Penelitian ini akan membahas bergabungnya China ke World Trade Organization (WTO) dan bagaimana upaya pemerintah China merubah kebijakan pertaniannya untuk meningkatkan kualitas gandum sesuai dengan perjanjian WTO. Teori yang akan digunakan untuk masalah ini adalah Neoliberal Institutionalist di mana organisasi internasional berperan penting dalam mempengaruhi kebijakan negara anggota organisasinya. Lebih menariknya lagi, kerja sama internasional menghasilkan strategi yang mutual antara organisasi dan negara anggota untuk menerapkan di negaranya. Jadi, riset ini akan menunjukkan seberapa serius China untuk mengubah kebijakannya sesuai perjanjiannya dengan WTO dan menerapkannya dalam bidang pertanian, terutama gandum agar meningkatkan kemakmuran petani dan produksi biji-bijian.
The backbone of Chinese economy is on agriculture, particularly grain. For years, China had difficulty to produce grain and sell it at a stable price. Finally, many farmers who felt harmed by this incident. Therefore, this study will discuss the accession of China to the World Trade Organization (WTO) and how the Chinese government's efforts to change its agricultural policy to improve the quality of wheat in accordance with WTO agreements. The theory will be used for this problem is Neoliberal institutionalist in which international organizations play an important role in influencing the policy of member states. More interestingly, international cooperation produces mutual strategies between organizations and member states to implement them in the member states. Thus, this research will show how serious China to change its policies in accordance with the WTO agreement and apply it in the field of agriculture, especially grain to create farmers welfare and increase grain production.
Kata Kunci : Neoliberal institutionalist, WTO Agreement, China Accession and grain production