Laporkan Masalah

Rumongso Melu Handarbeni Monica Esti: Beroperasinya Modal Sosial dalam Kontestasi

ULIVIA TEJO SAPUTRI, Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A.

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Kekuatan modal sosial meniscayakan pola hubungan masyarakat yang bersifat kolektif. Secara bersama mereka menjaga mutual trust dengan jalan masing-masing pihak berlaku sebagaimana fungsinya masing-masing. Mereka menjunjung norma sosial menggunakan jaringan mereka sendiri. Modal sosial ini mendorong ikatan kolektif untuk berlaku sebagaimana yang diharapkan. Mereka menjunjung modal sosial dalam keseharian, dan tidak terkecuali pada tataran suksesi pemimpin. Sehingga masing-masing individu tidak saling menyerang dalam rangka memperoleh kekuasaan tetapi justru semangat modal sosial inilah yang mendorong ikatan kolektif untuk menentukan pemimpin mereka dengan cara lokal. Robert Putnam, salah seorang pencetus modal sosial klasik menggunakan konsep modal sosial untuk memaparkan keterlibatan warga dalam membangun stabilitas politik. Pada akhirnya modal sosial justru meneguhkan inklusifitas kolektif dengan kekuatan resiprositas yang dijaga dari waktu ke waktu. Masyarakat cenderung menjunjung resiprositas dalam setiap interaksi mereka.Mereka berusaha meneguhkan resiprositas melalui prinsiprumongso melu handarbeni atau merasa ikut memiliki. Prinsip ini dipergunakan dalam berbagai aktifitas sosial. Kuatnya kebersamaan inilah yang membuat masyarakat meneguhkan prinsip rumongso melu handarbeni yang sekaligus sebagai penanda bekerjanya modal sosial. Sehingga walaupun terbilah secara spasial yakni Ponggol dan Wonorejo dan memiliki keagamaan berbeda yakni Islam dan Kristen tetapi kekuatan resiprositas inilah yang mendorong warga menjaga guyup rukun. Terpilihnya Monica Esti sebagai kepala dusun pada tahun 2013 mengindikasikan bahwa dia merupakan anak masyarakat yang terus dirawat oleh masyarakat dalam lingkup resiprositas kolektif. Berlakunya modal sosial inilah yang menyetel logika orang banyak yang meniscayakn menangnya Monica Esti sebagai kepala dusun.

Power of social capital relates togetherness on civic space. People around collectivity keep mutual trust each other with do their own business. They keep norms social by their own networking. In other hand, social capital persuades community to do what other wants. They have to keep social capital in whole daily activities even on local election of block of house. In this way, everybody has their responsibility for not attack each other like politic on campus. Local people have their on way to choose who will be the next leader using social capital. Robert Putnam was one of author of classical social capital, used this concept for explaining of society to build sustainability of political system. Social capital built collective inclusivity by reciprocity in every single day. People would prefer to keep their reciprocity on their activity. In this way, we will use local language. It is principle of rumongso melu handarbeni. It means feeling of having collective sense which warns of working of social capital. Despite of they was getting apart between local space (Wonorejo and Ponggol) and quite different between religiosity (Islam ad Christian) but they keep collectivity each other. Winning of Monica Esti, leader of local place in 2013 elucidates that she is daughter of society. People keep her growth. They had kept Monica Esti since child. Working of social capital shows winning of Monica Esti.

Kata Kunci : Modal Sosial, Prinsip Rumongso Melu Handarbeni, Pemilihan Kepala Dusun