Peran Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan Seruni Dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik Bagi Buruh Migran di Kabupaten Banyumas
MUNDI TRI NUGROHO, Amalinda Savirani, Dr., S.I.P., M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Fenomena asimetrisme informasi dikalangan buruh migran muncul sebagai dampak atas sentralisasi informasi yang terjadi. Informasi publik yang semestinya dibutuhkan oleh buruh migran justru tidak dapat tersampaikan dengan baik sehingga membuat buruh migran buta akan informasi. Peran pemerintah desa yang menjadi gerbang awal buruh migran untuk bermigrasi pun dinilai tidak maksimal dalam mengawasi warganya karena pemerintah desa pun ternyata sama-sama buta akan informasi. Beranjak dari permasalahan tersebut, skripsi ini mencoba membidik bagaimana peran Paguyuban Seruni dalam mendorong peran aktif pemerintah daerah agar lebih aware terhadap buruh migran. Mengapa buruh migran? Karena Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kantong buruh migran terbesar di Provinsi Jawa Tengah yang semestinya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah berpihak terhadap buruh migran. Penelitian ini juga memotret bagaimana proses advokasi yang dilakukan oleh Paguyuban Seruni dalam mendorong keterbukaan informasi publik bagi buruh migran di Kabupaten Banyumas. Solusi yang ditawarkan oleh Paguyuban Seruni sangat sederhana yakni membuat sebuah sistem saluran informasi yang terintegrasi dari Pemerintah Daerah hingga tingkat yang paling bawah yaitu Pemerintah Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Objek utama penelitian ini adalah Paguyuban Seruni. Objek ini menarik untuk diteliti karena paguyuban ini sangat aktif dan fokus terhadap kaum buruh migran dengan kegiatan-kegiatan yang advokatif dan berpengaruh terhadap kehidupan buruh migran Dari hasil penelitian, didapatkan beberapa temuan menarik bahwa kehadiran Paguyuban Seruni telah berhasil mendorong terwujudnya keterbukaan informasi publik di Kabupaten Banyumas dengan diakomodirnya gagasan Paguyuban Seruni tentang sistem saluran informasi dan keterlibatan peran aktif pemerintah desa, sehingga calon buruh migran kini lebih melek akan informasi meskipun harus diakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi kedepan. Dalam peran dan proses advokasi ini, Paguyuban Seruni lebih fokus terhadap upaya untuk mempengaruhi atau melakukan perubahan kebijakan publik pada tingkat lokal. Paguyuban Seruni menggunakan pendekatan advokasi kelas dimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan atas nama kelas buruh migran. Paguyuban Seruni memposisikan dirinya sebagai mediator dimana mereka mewakili kelompok buruh migran dalam membantu mengidentifikasi masalah sosial yang dihadapi, merumuskan tujuan, mendiskusikan solusi, mobilisasi sumber, serta memonitor, dan mengevalusi rencana aksi.
Asimetrisme phenomenon of information among migrant workers emerged as the impact on the centralization of information occurs. Public information should be required by migrant workers simply can not be conveyed properly to make migrant workers "blind" for information. The role of government village that became the starting gate migrant workers to migrate was judged to be the maximum in overseeing its citizens because the village government was apparently equally "blind" for information. Moving on from these problems, this thesis tried to aim how Seruni role in encouraging the active participation of local government to be more "aware" of migrant workers. Why are migrant workers? Because Banyumas is one of the largest pockets of migrant workers in Central Java province that the policy should be made by local governments in favor of migrant workers. This study also photographed how the advocacy process conducted by Seruni in encouraging the disclosure of public information for migrant workers in Banyumas. Solutions offered by the Seruni very simple which makes a channel system that integrates information from local government to the lowest level, namely the village government. This study used a qualitative approach with case study method. The main object of this study is the Seruni. These objects are interesting to study because this community is very active and focused on migrant workers with advokatif activities and affect the lives of migrant workers From the research, it was found some interesting findings that the presence of Seruni has successfully promote the establishment of public disclosure in Banyumas with accommodated idea of Seruni on system channels of information and involvement of the active role of the village government, so that prospective migrant workers are now more "aware" of information even though it must be admitted there are still many challenges to be faced in the future. In the role and process of this advocacy, Seruni more focused on efforts to influence or change public policy at the local level. Seruni of class advocacy approach in which the activities were carried out on behalf of migrant workers class. Seruni of positioning itself as a mediator where they represent a group of migrant workers in helping to identify social problems encountered, formulate goals, discuss solutions, resource mobilization, and to monitor and evaluate the action plan.
Kata Kunci : Asimetrisme Informasi, Buruh Migran, Peran Seruni