POLA PENGASUHAN ANAK DI PANTI ASUHAN AL-BAROKAH
ADIMAS OKTARIYAN M, SUNYOTO USMAN, Prof.Dr.
2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPenelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan anak (santri)pada Panti Asuhan Al-Barokah, Sleman, Yogyakarta. Di satu sisi, panti asuhan berperan sebagai institusi pengganti orang tua dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan. Di sisi lain, panti asuhan tersebut berperan sebagai lembaga yang berperan mengentaskan kemiskinan dengan memberikan santunan berupa pelbagai macam kebutuhan anak asuh. Data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui wawancara terhadap pengasuh panti asuhan, anak (santri) dan tenaga pendidik (ustadz) yang mengajar ilmu umum maupun ilmu agama. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, materi pengasuhan anak (santri) meliputi pembinaan moral, peningkatan kapasitas, penanaman disiplin dan penanaman etika dalam menjalin hubungan sosial (silahturahmi) yang bersumber dari doktrin agama (Islam) dan diarahkan untuk membentuk karakter anak. Kedua, pengasuhan dilakukan dengan metode pengajaran, pengganjaran dan pendampingan. Dalam konteks ini santri diberikan materi pelajaran bereferensi pada doktrin agama (Islam) yang telah dipersiapkan oleh panti asuhan. Panti asuhan juga mengimpemetasikan aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh segenap santri. Ketiga, dalam proses membina moral, meningkatkan kapasitas, serta menaamkan disiplin dan etika tersebut, santri didampingi oleh tenaga pendidik (ustadz). Para ustadz bertugas memberi pengawasan serta meluruskan tindakan santri apabila ditengarai terjadi penyimpangan dari aturan-aturan yang berlaku. Penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam doktrin agama (Islam) terdapat nilai-nilai yang dapat dipergunakan sebagai referensi untuk mendidik karakter anak didik. Proses pengasuhan yang diterapkan menjadikan santri lebih bertanggung jawab dan mandiri ,dengan menumbuhkan sikap tenggang rasa terhadap sesama orang lain. Santri yang lulus dari panti dapat menerapkan apa yang diajarkan oleh pengasuh, sehingga mereka menjadi pribadi yang berakhlakqul qarimah yakni selalu berprilaku terpuji yang berpedoman Al-Qurran.
This research aimed to know the patterns of parenting (santris) at Al-Barokah Orphanage, Sleman, Yogyakarta. On one side, the orphanage serves as institution substitute for parent in providing education and parenting. On the other side, the orphanage have a role to alleviate poverty by providing compensation in the form of various kinds of needs of foster children. The required data were collected through interviews with caregivers orphanages, children (santris) and educators (religious teacher) who teaches general science and religious studies. The results of this research are as follows. First, the material of parenting (santris) include moral development, increase of capacity, instill discipline and ethics in social relations (silahturahmi) derived from the doctrine of the religion (Islam) and directed to shape the character of the child. Second, parenting is done with teaching methods, rewarding and mentoring. In this context, santris are given learning materials that has the doctrines of the religion (Islam) as the reference, which has been prepared by the orphanage. The orphanage also implements certain rules that must be obeyed by all santris. Third, in the process of fostering morale, increase capacity, as well as instilling the discipline and ethics, santris accompanied by educators (Ustadz). The Ustadz in charge of giving santris monitoring and straighten action when there are deviation from the rules that apply. This research shows that in the doctrine of the religion (Islam) there are many values that can be used as a reference for educating the character of child. Parenting process that applied is to make santris more responsible and independent, with cultivate an attitude of tolerance toward each others. Santris who graduated from the orphanage can implement what is taught by the caregiver, so that they become a person that had akhlakqul qarimah which always behave praiseworthy, which use Al-Qurran as their guide.
Kata Kunci : panti asuhan,pendidikan karakter anak,doktrin agama