Pengaruh Takaran Blotong dan Dosis Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Asal Mata Tunas Tunggal
NUR FADLILAH, Dody Kastono, S.P., M.P. ; Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 AGRONOMIPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh takaran blotong dan dosis pupuk majemuk terhadap pertumbuhan bibit tebu asal mata tunas tunggal, 2) mengetahui takaran terbaik pada blotong bagi pertumbuhan bibit tebu, 3) mengetahui dosis terbaik pada pupuk majemuk bagi pertumbuhan bibit tebu, dan 4) mengetahui perbandingan kontrol dengan kombinasi perlakuan mandiri. Percobaan lapangan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama yang diuji adalah takaran blotong, terdiri dari 4 aras yaitu 0 ton/ha, 20 ton/ha, 40 ton/ha, dan 60 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk majemuk, terdiri dari 3 aras yaitu 200 kg/ha, 400 kg/ha, dan 600 kg/ha. Kontrol adalah sebagai pembanding yaitu pupuk yang direkomendasikan dari Sugar Group, dengan dosis urea 283 kg/ha, KCl 240 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan blotong 40 ton/ha. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan diameter batang. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian pada level 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test jika hasil analisis varian menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa aplikasi takaran blotong dan pupuk majemuk mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan diameter batang, kemudian takaran blotong 40 ton/ha dan 60 ton/ha secara nyata meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang, namun tidak berbeda nyata dengan takaran blotong 20. Takaran blotong 20 ton/ha dapat dipilih sebagai alternatif penggunaan pupuk organik. Dosis pupuk 600 kg/ha juga mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan pada tanaman tebu.
The research aimed to 1) determine the effects of dose blotong and dosage of compound fertilizer on the growth of bud chip, 2) determine the optimal dose of filter cake for the growth of seed cane, 3) determine the optimal dose of compound fertilizer for the growth of seed cane, and 4) determine the ratio control with a combination of self-treatment. The research was arranged in Randomized Complete Block Design two factors with three blocks as replications. The treatment tested were doses of filter cake, consisting of four levels are 0, 20, 40, and 60 tons/ha. The second factor is the dose of compund fertilizer, consisting of 3 levels are 200, 400, and 600 kg/ha. Control are as a comparison that the recommended fertilizer from Sugar Group, at a dose of 383 kg/ha, KCl 240 kg/ha, TSP 100 kg/ha and the filter cake 40 ton/ha. Data were analyzed using analysis of variance at the level of 5%, followed by Duncan’s Multiple Range Test if the results of analysis of variance showed significant difference among treatments. The result showed that the compound fertilizers able to increase plant height, number of leaves, number of tillers, and the diameter of the rod, then the dose blotong 40 ton/ha an 60 tons/ha significantly increased plant height and stem diameter, but not different with a rate of filter cake 20. So the dose blotong 20 tons/ha can be chosen as an alternative to use of organic fertilizer.
Kata Kunci : tebu, bud chip, blotong, pupuk majemuk