Laporkan Masalah

Analisis Wacana Kritis Pidato Britain Awake oleh Margaret Thatcher

CARLA MARETHA, Dr. Aris Munandar, M.Hum.

2016 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Margaret Thatcher terkenal sebagai Iron Lady karena penyampaian pidato Britain Awake-nya. Untuk memahami kesesuaian julukan dan pidato tersebut, penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses retorika dan persuasi Thatcher, fitur-fitur kebahasaan, dan refleksi ideologi konservatisme dalam Britain Awake dengan teori van Dijk dan Halliday. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menerapkan metode simak, interpretasi, dan intertekstualitas. Penelitian ini menghasilkan 1) proses retorika dan persuasi berlangsung dengan rapi dan terstruktur. Struktur makro Britain Awake menunjukkan bahwa Thatcher mengangkat ide bahaya yang mengancam Inggris dan dunia sebagai topik utama, kemudian menjelaskannya dengan topik pendukung dari substansi pembicaraan. Struktur supra Britain Awake menyajikan skema pidato, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Struktur mikro Britain Awake mengungkapkan bahasa Thatcher yang otoriter, persuasif, provokatif, dan metaforis. 2) Fitur-fitur kebahasaan Britain Awake menunjukkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami, cara Thatcher mempersuasi, dan kemampuan Thatcher membangun wacana secara alami. 3) Thatcher menghadirkan kandungan ideologi konservatisme dalam bentuk klausa, kombinasi klausa, dan rangkaian antarkalimat dalam Britain Awake. Dengan demikian, citra diri Thatcher sebagai Iron Lady tercermin dalam unsur-unsur kebahasaan Britain Awake.

Margaret Thatcher is well-known as Iron Lady because of her delivering speech Britain Awake. To comprehend the agreement between the sobriquet and the speech, this research employs Critical Discourse Analysis. It aims to describe rhetoric and persuasion processes, language features, and ideology reflection in Britain Awake with van Dijk and Halliday theories. It is descriptive qualitative which applies observation, interpretation, and intertextuality methods. It shows that 1) the rhetoric and persuasion processes run orderly and structurally. The macrostructure of Britain Awake describes that Thatcher adopts the idea of the aggression issue which threatens Britain and the world as main topic and explains it with supporting topics of substances of speaking. The superstructure of Britain Awake presents its scheme, i.e. introduction, body, and closing. The microstructure of Britain Awake indicates her authoritative, persuasive, provocative, and metaphoric language. 2) Language features of Britain Awake confirm the using of simple expressions, her way of persuading, and her ability to construct the natural discourse. 3) Thatcher represents the ideas of conservatism in forms of clause, clauses combination, and set of sentences in Britain Awake. Therefore, the personal label Iron Lady is revealed through linguistic units of Britain Awake.

Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Iron Lady, Britain Awake, Struktur Wacana, Fitur Formal Bahasa, Ideologi Konservatisme / Critical Discourse Analysis, Iron Lady, Britain Awake, Discourse Structures, Language Features, Ideology of Conservatism

  1. S2-2016-370840-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370840-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370840-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370840-title.pdf