Laporkan Masalah

Penilaian Kesesuaian Label Kemasan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 pada Produk Teh Mahkota Dewa di PT Salama Nusantara Kulonprogo

MONA SRIANISAH, Dr. Moh. Affan Fajar Falah, STP, M.Agr

2015 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SV

Pelabelan kemasan merupakan tahap produksi yang penting untuk sebuah produk. Pemerintah telah membuat aturan berupa undang-undang dan peraturan pemerintah terkait aturan pelabelan kemasan pada produk. Kenyataannya industri belum menerapkan aturan yang sesuai dengan regulasi hukum dan standardisasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian label kemasan berdasarkan peraturan pelabelan. Penelitian dilakukan dengan melakukan penilaian label kemasan dengan menggunakan acuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 pada produk Teh Mahkota Dewa. Penilaian dilakukan pada produk A yaitu Teh Mahkota Dewa dan produk B yaitu Teh Celup Mahkota Dewa. Penilaian kesesuaian memenuhi peraturan jika nilai persentase mencapai 100%. Hasil penelitian menunjukkan penilaian label kemasan dengan acuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 pada produk A mencapai 100% dan produk B mencapai 87,5%. Kemudian penilaian label dengan acuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 pada produk A mencapai 92% dan produk B mencapai 80%. Sehingga dapat disimpulkan produk Teh Mahkota Dewa belum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 pada aturan teknis pelabelan.

Labeling process is one of the important step for a product. The government has created rules and regulations related to the labelling. In fact industrial performer has not obeyed regulations and standards given by the government. This detailed examination is purposed to assess the labelling suitability based on the labelling rules and regulations. This research is conducted by assessing the label of a product with Law number 18 year 2012 and Republic Indonesia's Government Rule number 69 year 1999 to Mahkota Dewa Tea. The assessment is conducted to product A (Teh Mahkota Dewa) and product B (Teh Celup Mahkota Dewa). This assessment is absolutely suitable if the suitability percentage reach 100%. The result shows that the labelling assessment of product A with Law number 18 year 2012 is 100% and product B reach 87,5%. Then labelling assessment of product A with Republic Indonesia's Rule number 69 year 1999 is 92% appropriated and product B reach 80%. Based on the data it can be concluded that Mahkota Dewa Tea has not been suitable with Law number 18 year 2012 and Republic Indonesia's Government Rule number 69 year 1999 in technical labelling.

Kata Kunci : Kemasan, Penilaian Kesesuaian Label, Teh Mahkota Dewa, Packaging, Label Assessment suitability, Mahkota Dewa Tea

  1. D3-2015-332227-abstract.pdf  
  2. D3-2015-332227-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-332227-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-332227-title.pdf