Laporkan Masalah

Perbandingan Tingkat Risiko Kebakaran Pemukiman antara Kampung Deret dengan Kampung yang Tidak Dideretkan (Studi Kasus: Kampung Deret Petogogan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

SONY PRABOWO K, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A, Ph.D

2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Bencana kebakaran adalah bencana yang sering terjadi di Jakarta. Sepanjang tahun 2013, Jakarta mengalami kebakaran sebanyak 1002 kejadian (Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta,2014). Penyebab kebakaran pemukiman di Jakarta adalah semakin banyaknya pemukiman kumuh dan menyebabkan api mudah merambat dan menimbulkan kerugian cukup besar. Salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi pemukiman kumuh adalah dengan membuat kampung deret pada tahun 2014 sehingga kampung deret tersebut juga dapat mengurangi kejadian kebakaran di Jakarta Perhitungan risiko kebakaran pada kedua kawasan adalah dengan memakai perhitungan crunch model dengan memperhatikan variabel ancaman, kerentanan, dan kapasitas. setelah itu masing-masing variabel di kawasan kampung deret dan kawasan kampung yang belum dideretkan akan dibandingkan dan akan diketahui apakah kawasan kampung deret lebih baik daripada kampung yang belum dideretkan atau tidak. hasil dari analisis ini akan berbentuk hasil skoring dan variabel yang paling membedakan antara kedua kawasan amatan. Perbedaan yang paling signifikan di kampung deret dengan kampung yang belum dideretkan adalah kapasitas infrastuktur dan sosialnya. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan untuk membuat konsep perencanaan pemukiman yang memperhatikan bencana kebakaran.

fires are frequent disasters in Jakarta. Throughout the year 2013, Jakarta had suffered a fire as many as 1002 events (DKI Jakarta Fire Department, 2014). Causes of residential fires in Jakarta is the increasing number of slums and cause fire easily propagate and make substantial losses. One of the government's efforts in reducing slum is to make Kampung Deret in 2014 so that the Kampung Deret can also reduce the incidence of fires in Jakarta Calculation of the risk of fire in both areas is using a crunch model by taking into account threats, vulnerabilities and capacities as variabel. after that each variabel are being tested to Kampung Deret and Traditional Form Kampung. the result of this test is to understand which form of kampung has a higher risk of fire. the results of this analysis is a form of scoring and identification of the most determining variabels between the two forms of kampung. The most significant difference between Kampung Deret and Traditional Form Kampung are social and infrastructure capacity. This study could be recommendation to the government as consideration in creating a residential are plan that has resililience towards fire disaster

Kata Kunci : Risiko Kebakaran, Perbandingan, Kampung Deret

  1. S1-2015-319194-abstract.pdf  
  2. S1-2015-319194-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-319194-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-319194-title.pdf