Laporkan Masalah

Museum Kopi Banaran dengan Pendekatan Analogi Arsitektur

JANUARISTA ATUR MULIA, Dr.Ir. Djoko Wijono, M.Arch

2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup populer di kalangan masyarakat baik dalam negeri maupun mancanegara. Pesona dan ciri khasnya sedikit banyak mempengaruhi daya tarik di berbagai sektor masyarakat. Banyak yang menikmatinya atas alasan memang mereka penggila kopi dan ada pula yang hanya mencari tujuan tertentu saat menikmatinya. Merekalah yang pada akhirnya menciptakan kebudayaan baru mengenai kopi. Namun dibalik kepopulerannya banyak hal-hal yang belum dipahami mereka sebagai penikmatnya. Masih banyak yang belum paham apa saja hal-hal mengenai kopi, seperti jenis-jenis kopi atau bagaimana sejarah serta proses pembuatan kopi itu sendiri. Masyarakat juga masih dinilai awam mengenai kebudayaan yang ada dalam perkopian atau bahkan belum mengetahuinnya. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan dibentuknya sebuah museum seperti Museum Kopi dimana museum tersebut nantinya akan menampung berbagai macam pengetahuan mengenai perkopian baik di Indonesia maupun di dunia. Dengan mengusung konsep analogi arsitektur, museum ini hadir membawa suasana yang sangat kental dengan bagaimana filosofi dari unsur-unsur kopi itu dapat diaplikasikan ke dalam bangunan museum. Oleh karena itu, diharapkan keberadaan Museum Kopi Banaran dengan pendekatan Analogi Arsitektur ini nantinya akan menjadi sumber pengetahuan baru bagi masyarakat, serta menjadi sarana pelestarian kebudayaan kopi yang ada, bahkan juga bisa menjadi landmark bagi kawasan sekitar dan manfaat-manfaat lain baik menurut segi arsitektur ataupun non-arsitektur.

Coffee is a beverage that is quite popular among the domestic and foreign. His trademark charm and appeal of a little more influence on various sectors of society. Many people are enjoying because they are coffee-enthusiast and some people are just looking for a particular destination while enjoying it. So, they�¢ï¿½ï¿½re ultimately creating a new culture of the coffee. But behind the popularity of many things that are not yet understood them as an audience. There are still many who do not understand what are the things about coffee, such as the types of coffee or how the history and process of making the coffee itself. People are also still considered a layman about the cultures that exist in the coffee or even not mengetahuinnya. The solution of this problem is the establishment of a museum such as the Coffee Museum where the museum will accommodate a wide range of knowledge about the coffee both in Indonesia and in the world. With the concept of analogy architecture, the museum is present to bring a very thick atmosphere with how the philosophy of the elements of the coffee that can be applied to the museum building. Therefore, it is expected the presence of Museum Coffee Banaran with this analogy of architecture approach will become a source of new knowledge for the community, as well as being a means of cultural preservation existing coffee, can even be a landmark for the surrounding area and other benefits both in terms of architecture or non-architecture.

Kata Kunci : museum kopi/coffee museum, kebudayaan/culture, sumber pengetahuan/income, analogi arsitektur/analogy of architecture, landmark

  1. S1-2015-313497-abstract.pdf  
  2. S1-2015-313497-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-313497-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-313497-title.pdf