POTENSI BIOMASSA DAN SIMPANAN KARBON ABOVEGROUND TANAMAN BAMBU WULUNG (Gigantochloa atroviolaceae Widjaja.) PADA SISTEM AGROFORESTRI DI HUTAN RAKYAT
AMRIN FAUZI PRATAMA LUBIS, Dr.Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat di Desa Sendangrejo yang didominasi oleh bambu wulung mempunyai banyak manfaat, salah satunya sebagai penyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biomassa dan simpanan karbon atas permukaan tanaman bambu wulung (Gigantochloa atroviolaceae Widjaja.) yang ada di hutan rakyat dengan sistem agroforestri di Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menyusun model allometrik biomassa dengan metode destructive sampling. Persamaan allometrik biomass disusun berdasar data dari sampel bambu sebanyak 30 batang dengan ukuran diameter setinggi dada (dbh) mulai dari 6,18 cm sampai 10,57 cm. Sampel tersebut dibedakan menjadi 3 kelas berdasarkan umur bambu, yaitu bambu muda, sedang, dan tua. Model allometrik karbon disusun dari konversi biomassa tiap organ bambu. Untuk pendugaan potensi biomassa dan karbon /ha dilakukan dengan inventarisasi bambu wulung di 30 unit lahan milik sebagai sampel. Sampel unit lahan milik dibedakan menjadi 3 strata, yaitu stratum I dengan luas 0,01-0,10 ha, stratum II dengan luas 0,11-0,20 ha, dan stratum III dengan luas lebih kurang sama dengan 0,21 ha. Persamaan allometrik biomassa atas permukaan (BAP) yang dihasilkan pada bambu muda, sedang, dan tua secara berurutan adalah sebagai berikut: BAPm=145,349(D2H)-6,142; BAPs=145,349(D2H)+2,035; dan BAPt= 145,349(D2H)+1,964. Sedangkan persamaan allometrik karbon atas permukaan (KAP) pada bambu muda, sedang, dan tua secara berurutan adalah sebagai berikut: KAPm=70,666(D2H)-2,922; KAPs= 70,666(D2H)+0,962; dan KAPt= 70,666(D2H)+0,940. Potensi kandungan biomassa bambu wulung di hutan rakyat Desa Sendangrejo untuk stratum I, II, III secara berurutan adalah 3,43 ton/ha, 3,73 ton/ha, dan 6,35 ton/ha. Sedangkan potensi simpanan karbon untuk Stratum I, II, dan III adalah 1,67 ton/ha, 1,82 ton/ha, dan 3,09 ton/ha
Community forests in Sendangrejo Village that is dominated by bamboo wulung has many benefits, such as a carbon sink. This study aimed to quantify the potential aboveground biomass and carbon storage of bamboo wulung plants (Gigantochloa atroviolaceae Widjaja.) in community forest with agroforestry system at Sendangrejo Village, District Minggir, Sleman, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. This study developed allometric models for aboveground biomass with destructive sampling method. Allometric models was developed based on 30 sampled bamboo stems with range of diameter at breast height (dbh) from 6,18 cm to 10,57 cm. Sampled stems were divided into three strata based on bamboos age, they were young, medium, and old. Allometric models for aboveground carbon were converted from biomass of each bamboo organ. Inventory was conducted to estimate potential bamboos aboveground biomass and carbon /ha. There were 30 sampled land units measured and were divided into three strata, there were stratum I with area 0,01-0,10 ha, stratum II with area 0,11-0,20 ha, and stratum III with area lebih kurang sama dengan 0,21 ha. Allometric equations for aboveground biomass (AGB) young, medium, and old bamboo were: AGBy= 145,349(D2H)-6,142; AGBm= 145,349(D2H)+2,035; and AGBo= 145,349(D2H)+1,964 respectively. Allometric equations for aboveground carbon (AGC) for young, medium, and old bamboo were: AGCy= 70,666(D2H)-2,922; AGCm= 70,666(D2H)+0,962; and AGCo= 70,666(D2H)+0,940 respectively. Potential aboveground biomass storage of bamboo wulung at community forest in Sendangrejo Village for stratum I, II, and III were 3,43 ton/ha, 3,73 ton/ha, and 6,35 ton/ha respectively. Potential bamboo aboveground carbon storage for strata I, II, and III were 1,67 ton/ha, 1,82 ton/ha, and 3,09 ton/ha respectively.
Kata Kunci : Biomassa, Karbon, Bambu Wulung, Agroforestri, Hutan Rakyat