Laporkan Masalah

PERBANDINGAN DAYA ANTIBAKTERI DISINFEKTAN INSTRUMEN PREPARASI SALURAN AKAR NATRIUM HIPOKLORIT 5,25%, GLUTARALDEHID 2%, DAN DISINFEKTAN BERBAHAN DASAR GLUTARALDEHID TERHADAP Bacillus subtilis

DRG. SARTIKA PUTRI U, Dr. drg. Ema Mulyawati, M.S. Sp.KG(K); drg. Dayinah H.S., Sp.KG(K)

2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGI

Asepsis merupakan prinsip dalam dunia kedokteran gigi yang harus dijalankan pada praktek sehari-hari salah satunya dengan melakukan disinfeksi dengan disinfektan tingkat tinggi pada instrumen endodontik. Beberapa jenis disinfektan tingkat tinggi yang diakui adalah glutaraldehid, disinfektan berbahan dasar glutaraldehid, dan natrium hipoklorit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya antibakteri natrium hipoklorit 5,25%, glutaraldehid 2%, dan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid sebagai disinfektan instrumen preparasi saluran akar terhadap B. subtilis. Penelitian ini menggunakan metode difusi agar dengan jumlah 9 cawan agar Mueller-Hinton yang diinokulasi dengan biakan B. subtilis skala McFarland 3. Tiap cawan memiliki 3 sumuran yang masing-masing diisi dengan natrium hipoklorit 5,25%, glutaraldehid 2%, dan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid, kemudian diinkubasi dan diamati serta diukur zona hambatannya. Data penelitian dianalisis dengan ANAVA satu jalur dan uji post-hoc LSD. Hasil ANAVA satu jalur menunjukkan bahwa terdapat pengaruh berupa daya antibakteri dari disinfektan natrium hipoklorit 5,25%, glutaraldehid 2%, dan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid sebagai disinfektan instrumen preparasi saluran akar terhadap B. subtilis. Hasil LSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara natrium hipoklorit 5,25% dengan glutaraldehid 2%, natrium hipoklorit 5,25% dengan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid, dan glutaraldehid 2% dengan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid. Kesimpulan penelitian ini adalah bahan disinfektan glutaraldehid 2% memiliki daya antibakteri terkuat terhadap B. subtilis, diikuti dengan disinfektan berbahan dasar glutaraldehid dan yang paling lemah adalah natrium hipoklorit 5,25%.

Aseptic is a principle in dentistry that must be executed in daily practice by cross-infection control such as disinfection of endodontic instruments with high-level disinfectant (HLD). Some types of recognized high-level disinfectants are glutaraldehyde, glutaraldehyde-based disinfectant and sodium hypochlorite. The aim of this study is to compare the antibacterial potential of 5.25% sodium hypochlorite, 2% glutaraldehyde, and glutaraldehyde-based disinfectant on B. subtilis. Agar diffusion method was used in this study with 9 plate of Mueller-Hinton agar which was inoculated with B. subtilis culture McFarland scale 3. Three wells were made in each plate and each of the well was filled with a high-level disinfectant, which were 5.25% sodium hypochlorite, 2% glutaraldehyde, and glutaraldehyde-based disinfectant, then incubated and observed and measured its zone of inhibition. Data were analyzed with one-way ANOVA and post-hoc LSD test. One-way ANOVA result showed that 5,25% sodium hypochlorite, 2% glutaraldehyde, and glutaraldehyde-based disinfectant were influential as root canal preparation instruments disinfectants against B. subtilis. LSD test result showed that there were significant differences between 5.25% sodium hypochlorite and 2% glutaraldehyde, 5.25% sodium hypochlorite with glutaraldehyde-based disinfectant; between glutaraldehyde 2% with glutaraldehyde-based disinfectant. The study concluded that 2% glutaraldehyde had the strongest antibacterial potential against B. subtilis, followed by glutaraldehyde-based disinfectant, and the weakest is 5.25% sodium hypochlorite.

Kata Kunci : disinfektan tingkat tinggi, instrumen preparasi saluran akar, natrium hipoklorit 5,25%, glutaraldehid 2%


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.