Laporkan Masalah

PERAMALAN BANYAK KUNJUNGAN WISATAWAN KE PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) DENGAN MENGGUNAKAN IMPROVED GREY MODEL (1,1)

MUHAMMAD KHOIRUR R., Dr. Danardono, MPH.;Yunita Wulan Sari, S.Si., M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 STATISTIKA

Proses peramalan adalah suatu usaha untuk memperkirakan keadaaan di masa yang akan datang melalui kedaan di masa lalu. Peramalan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan berbagai keputusan. Selain itu, peramalan memberikan informasi agar masa depan dapat dikendalikan dan perubahan-perubahan dapat diperkirakan berdasarkan pola di masa lalu. Namun sayangnya, seringkali data yang digunakan dalam proses peramalan sangat terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan teknik peramalan yang disebut dengan Improved Grey Model (1,1) atau yang biasa disebut dengan IGM (1,1). Metode ini dapat digunakan untuk meramalkan data di periode yang akan datang untuk jumlah data yang tidak terlalu banyak. IGM (1,1) ini sendiri merupakan modifikasi dari Grey Model (GM) (1,1).

Forecasting is a process of predicting future conditions by using the data from the past. Forecasting can be used as a basis of decision making. Besides, it provides information that enables us to control future and to predict changes based on past patterns. Unfortunately, data used in forecasting process is often very limited. To overcome the problem, a forecasting technic named Improved Grey Model (1,1) - known as IGM (1,1) is used. This method can be applied to forecast data in the upcoming period, for small or medium amount of data. IGM (1,1) is a modification of Grey Model (GM) (1,1).

Kata Kunci : Peramalan, data terbatas, model peramalan Grey, nilai awal, nilai dasar, Improved Grey Model

  1. S1-2015-316777-abstract.pdf  
  2. S1-2015-316777-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-316777-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-316777-title.pdf