LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT PASSIVE SMOKING AND ASSERTIVENESS AMONG PASSIVE SMOKERS ( WOMEN ) IN CITY OF YOGYAKARTA
SHAGEETHA, RAJANTRAN, Yayi Suryo Prabandari; Retna Siwi Padmawati
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Paparan asap rokok adalah polutan dalam ruangan umum di rumah terutama di Indonesia, membuktikan perokok pasif mempunyai risiko sama besar dengan perokok aktif untuk terkena penyakit kronik. Konsekuensi dari paparan asap rokok ini menimbulkan berbagai efek kesehatan untuk anggota keluarga terutama perempuan. Seringkali sebagian besar wanita tidak dapat menyuarakan pendapat mereka dalam meminta suami mereka untuk tidak merokok di rumah karena mereka dibatasi oleh tradisi dan budaya serta keyakinan yang tidak memungkinkan mereka untuk melawan suami. Wanita dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik tentang merokok pasif memiliki tingkat ketegasan yang lebih tinggi dalam meminta suami mereka untuk tidak merokok di rumah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan tentang merokok pasif pada wanita dan tingkat ketegasan dalam meminta suami mereka untuk tidak merokok di rumah. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian potong lintang. Penelitian dilakukan oleh Quit Tobacco Indonesia dari Desember 2013 sampai dengan Januari 2014 di beberapa desa; Rukun Warga (RW) 4 Terban, RW 1 Bener, RW1 Wirobrajan, RW 4 Notoprajan, RW 5 Patehan, RW 9 Bausasran. Subjek penelitian ini adalah perempuan, yang suaminya merokok di rumah. Para wanita ini diwawancara melalui kuesioner survei. Data dikumpulkan berdasarkan analisis berdasar kuesioner. Akhirnya, data ini dikumpulkan dan dikelola dengan analisis isi yaitu dengan mengorganisasi data secara sistematis dan struktural dari coding kategori hingga ke tema hasil penelitian.
Background: Second-hand smoke is a common indoor pollutant in the home especially in Indonesia, making this involuntary smoking a serious health risk for both those who smoke and those who do not. The consequence from this involuntary smoking poses numerous health effects to the family members especially the women. Often most of the women are unable to stand up and voice out their opinion to ask their husband not to smoke at home as they are bounded to tradition and cultural beliefs that do not allow them to go against their husband. It is also believed women with better level of knowledge about passive smoking have higher assertiveness level in asking their husband not to smoke at home. Objectives: The purpose of this study was to access the relationship between the level of knowledge about passive smoking in women and the assertiveness level in asking their husband not to smoke at home. Method: This research was a type of cross sectional study. The research was conducted by Quit Tobacco Indonesia from December 2013 until January 2014 at several villages here; Rukun Warga (RW) 4 Terban, RW 1 Bener, RW1 Wirobrajan, RW 4 Notoprajan, RW 5 Patehan, RW 9 Bausasran. The subjects for this research were women, whose husband smokes at home. These women were examined through survey-completed questionnaires. The data was collected based on the analysis from the questionnaire answered by these women. Finally, these data were collected and managed with analysis content that is by organizing data systematically and structurally from coding the categories until the theme of the research.
Kata Kunci : second hand smoking, knowledge, assertiveness, women,