STRATEGI SURVIVAL BURUH PERKEBUNAN TEH(Penelitian di dua dusun Pagilaran dan Kemadang, Jawa Tengah)
RIZQI RATNA P, Prof.Dr.Sunyoto Usman
2015 | Tesis | S2 SosiologiBuruh perkebunan di dua dusun Pagilaran dan Kemadang pada dasarnya hidup dalam kondisi yang sama mereka dihadapkan pada upah dan kesejahteraan hidup yang rendah, di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil seperti saat ini. Desakan akan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi adalah bagian integral dari pengekangan mereka sebagai buruh. Dimana secara ekonomi mereka hidup pada tingkat kebutuhan pokok saja mereka kekurangan, di dua dusun Pagilaran dan Kemadang waktu berjalan di tempat rutinitas kehidupan mereka merupakan siklus kehidupan yang dijalani, tanpa ada harapan akan peningkatan kesejahteraan hidup. Dalam kondisi semakin buruk munculah strategi survival untuk menghadapi situasi depresif ini berbagai bentuk solidaritas berkembang di dalam masyarakat baik itu didasarkan pada hubungan kekerabatan, maupun hubungan kesamaan pekerjaan. Solidaritas antara buruh dengan sesama, maupun berafiliasi dengan warga sekitar didasarkan pada hubungan kekerabatan, bentuk ekspresi solidaritas buruh ditandai dengan sistem jaringan sosial di dalam masyarakat masih berjalan baik, meskipun jaringan-jariangan sosial ini tidak bisa dijadikan sebagai jaminan hidup, pada dasarnya buruh dan keluarganya bertahan dengan kekuatannya sendiri dengan mengembangkan berbagai macam strategi survival yaitu mengatur pola makan, pinjam meminjam, dan mencari pekerjaan diluar perkebunan. Sistem dualisme didalam kehidupan buruh perkebunan saat ini pada dasarnya tidak ada, tetapi kasus di dua dusun Pagilaran dan Kemadang memberikan gambaran berbeda hak penyerahan pengelolaan lahan perkebunan kepada warga dusun Kemadang membarikan gambaran akan ikatan komunal yang selama ini pudar, dihidupkan kembali oleh warga dengan ditandai adanya sistem jaringan sosial, maupun sikap gotong royong, dijadikan sebagai jaminan sosial bagi kehidupan warga. Kondisi berbeda dihadapi oleh masyarakat dusun Pagilaran ketidakberdayaan mereka memiliki sumber daya membuat mereka tidak mempunyai pilihan lain selain bergantung hidup upah perkebunan.
Plantation workers in the two hamlets Pagilaran and Kemadang basically live in the same conditions they faced on wages and welfare were low, amid unstable economic conditions like today. Will insistence economic needs and necessities of life that must be met is an integral part of their restraint as laborers. Where economically they live at the level of basic needs only their shortcomings, in two Hamlets Pagilaran and Kemadang time walking in the routine of their life is a cycle of life lived, with no hope for improved welfare. In comes the condition gets worse survival strategies to deal with this depressive situation developing various forms of solidarity in the community whether it is based on kinship, or similarity relationship work. Solidarity between workers with others, and is affiliated with the local community based on kinship, forms of expression of solidarity with workers is characterized by social networking system in the society is still going well, although network-jariangan social can not be used as a guarantee of life, basically workers and their families survive on his own to develop a wide variety of survival strategies that regulate diet, lending and borrowing, and finding a job outside the farm. System dualism in the lives of farm workers today are basically non-existent, but the case in the two hamlets Pagilaran and Kemadang give a different picture right handover management of plantation land to villagers Kemadang membarikan picture of communal ties which have faded, revived by residents with a marked presence social networking systems, as well as the attitude of mutual cooperation, serve as social security for people's lives. Different conditions faced by village communities Pagilaran powerlessness they have the resources to make them have no other choice but to rely wages of plantation life.
Kata Kunci : Strategi Survival,Buruh,Desa Perkebunan/Survival Strategies, Labour, Plantation Village