KAJIAN KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP (BLH) DALAM RANGKA IMPLEMENTASI RKL-RPL OLEH PEMRAKARSA Kasus di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah
ANDRI SAPUTRA, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A ; Dr. Luthfi Muta'ali, MSP
2015 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja monitoring dan evaluasi (monev) Rencana Pengelolaan Lingkungan-Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdasarkan persepsi publik. Hasil kajian akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi monev RKL-RPL yang efektif dalam mendorong ketaatan pemrakarsa untuk menjalankan kewajiban lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Pengumpulan data sekunder melalui studi dokumen administrasi dan literatur. Teknik sampling yang digunakan adalah multi interpretasi tanpa melakukan perbandingan. Sementara itu, analisis data dilakukan secara induktif menggunakan metode kategorisasi dan validitas data dengan cara triangulasi sumber. Hasil penelitian dengan wawancara mendalam menunjukkan bahwa kinerja BLH dalam monev RKL-RPL sudah berjalan namun belum optimal. Terdapat 12 (dua belas) tema yang merupakan indikator tidak optimalnya kinerja monev BLH meliputi komitmen pemerintah daerah, informasi lembaga publik, transparansi, partisipasi publik, kapasitas pengawas, manajemen monev RKL-RPL, penegakan hukum lingkungan, sarana dan prasarana pendukung monev yang belum memadai. Indikator berikutnya yakni kapasitas pemrakarsa, stigma negatif, sinergi antarbidang, dan keterbatasan anggaran monev RKL-RPL. Keseluruhan tema ini dikonseptualisasi dan menghasilkan hubungan interrelasi yang terangkum dalam enam topik antara lain mekanisme kontrol publik, integrasi monev RKL-RPL, manajemen aparatur, penguatan basis legal, fleksibilitas anggaran dan kemitraan kolaboratif. Adapun faktor-faktor penghambat yang muncul bersumber dari rendahnya dukungan pemerintah akibat intervensi kepentingan politik kepala daerah. Sehingga, perlu dirumuskan strategi untuk merevitalisasi program perlindungan lingkungan sebagai langkah awal dalam meningkatkan kinerja monev RKL-RPL.
This study aims to assess the performance of monitoring and evaluation (M & E) Environmental Management Plan-Environmental Monitoring Plan (RKL-RPL) Environmental Agency (BLH) Kotawaringin West (Kobar) based on public perception. Results of the study will be the basis in formulating RKL-RPL monitoring and evaluation strategies that are effective in encouraging adherence to the proponent to carry out environmental obligations. The research method uses a qualitative approach with a primary data collection techniques through in-depth interviews and field observations. Secondary data collection through administrative documents and literature studies. The sampling technique used is multi interpretation without doing comparisons. Meanwhile, data analysis conducted inductive method of categorization and validity of the data by means of triangulation. Results of research with in-depth interviews showed that the performance monitoring and evaluation of BLH in RKL-RPL is already running but not optimal. There are twelve (12) the theme of which is an indicator not optimal performance monitoring and evaluation of BLH include the commitment of local government, information about public institutions, transparency, public participation, the capacity of supervisors, management monitoring and evaluation of RKL-RPL, environmental law enforcement, supporting facilities and infrastructure monev inadequate , The next indicator of the capacity of the proponent, the negative stigma, synergies between fields and budget constraints monev RKL-RPL. Overall this theme conceptualized and produced interrelation relationships are summarized in six topics include mechanisms of public control, monitoring and evaluation of integration RKL-RPL, personnel management, strengthening the legal basis, budget flexibility and collaborative partnerships. The inhibiting factors that appear due to a low government support due to the intervention of the head of local political interests. Thus, the need to formulate a strategy to revitalize the environmental protection program as a first step in improving the performance monitoring and evaluation of RKL-RPL.
Kata Kunci : monev RKL-RPL, kinerja, BLH Kobar, pemrakarsa/Keywords: monev RKL-RPL, performance, BLH Kobar, initiator