Laporkan Masalah

TINGKAT KOMPETISI TAJUK JATI PLUS PERHUTANI ASAL KEBUN BENIH KLON PADA UMUR 6 SAMPAI 13 TAHUN DI KPH NGAWI

ALOYSIUS RIDHO JANITRA, Dr. Ir. Ronggo Sadono

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) yang berasal dari Kebun Benih Klon dikembangkan untuk mempercepat proses produksi kayu jati dengan mendapatkan kualitas yang baik. Demi mendapatkan hasil yang maksimal perlunya mengetahui kebutuhan ruang tumbuh pohon yang terlihat dari tajuknya. Ruang tumbuh yang terbatas diakibatkan oleh tajuk antar pohon yang saling tumpang tindih. Sehingga perlunya pendekatan tingkat kompetisi tajuk khususnya pada tegakan JPP. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kompetisi tajuk JPP pada umur 6 sampai 13 tahun di KPH Ngawi. Tingkat kompetisi ditentukan dari zona kompetisi dan nilai indeks kompetisi. Parameter tersebut dianalisis dengan pembagian kelas Tempat Tumbuh menjadi 3 kelas yaitu baik, sedang, buruk. Kelas Tempat Tumbuh ditentukan dari rerata tinggi dominan pada tiap umur dalam satuan petak. Petak yang digunakan petak dengan kriteria pertumbuhan baik dan sangat baik. Parameter penentuan zona kompetisi yaitu rerata jari-jari tajuk pada 4 arah mata angin serta rerata tinggi tajuk terlebarnya. Zona kompetisi digunakan sebagai referensi dalam penentuan pohon kompetitor bagi pohon inti. Pada penelitian ini pohon inti merupakan pohon dominan sedangkan kompetitor merupakan 8 pohon tetangga di sekitarnya. Penentuan indeks kompetisi menggunakan metode Hegyi pada tiap individu pohon. Parameter dalam perhitungan indeks kompetisi dengan metode Hegyi yaitu jarak antar individu pohon, diameter dan tinggi pohon. Hasil penelitian menunjukkan dari ketiga kelas Tempat Tumbuh nilai zona kompetisi dan nilai indeks kompetisi mengalami perubahan nilai yang fluktuatif seiring pertambahan umur. Hal ini karena jumlah pohon tetangga yang tidak lengkap. Adanya perbedaan nilai indeks kompetisi yang terbagi dalam 3 kelas Tempat Tumbuh secara signifikan hanya terjadi pada umur 6, 8, 10 tahun

Perhutani developed teak plus Perhutani or Jati Plus Perhutani (JPP) from clonal seed orchard to improve teak productivity with high stem quality. In order to get maximum growth, growing space is needed to decrease the competition level among the neighbor trees. The limited growing space is caused by overlapping tree crowns. Furthermore, this study aimed to determine the competition level for perhutani’s teak plus trees from clonal seed orchard for aged 6 to 13 years in Ngawi Forest District The competition level was determined by parameters of competition zone and index competition. Those parameters were analyzed by dividing site class into three classes, namely good, medium, poor. Site classes were determined by averaging the dominant height each compartement and age.The competition zone was determined by averaging the crown projection based on four directions and the widest crown heights. The competition zone was used as reference for predicting competition among the neighbor trees. The index competition was determinated by Hegyi’s method for each tree by parameters of tree distance, diameter and height. The results showed that the obtained competition zone and the index competition had the changes been fluctuating as increasing age for three classes, while the different index competition significantly only for 6, 8 and 10 years because the neighbor trees were incomplete.

Kata Kunci : JPP, pohon dominan, pohon kompetitor, kelas Tempat Tumbuh, zona kompetisi, indeks kompetisi